Kesalahan dalam menentukan ukuran spanduk bisa membuat pesan promosi sulit terbaca, tampilan desain jadi tidak proporsional, bahkan membuat spanduk terlihat tidak profesional. Menurut situs 99designs.com, desain yang efektif bukan hanya soal warna dan gambar, tetapi juga proporsi ukuran yang seimbang agar pesan mudah ditangkap oleh audiens.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 kesalahan umum dalam menentukan ukuran spanduk beserta cara menghindarinya agar spanduk Anda bisa berfungsi maksimal untuk promosi.
1. Tidak Menyesuaikan Ukuran dengan Lokasi Pemasangan
Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah tidak menyesuaikan ukuran spanduk dengan tempat pemasangan. Banyak orang hanya memilih ukuran secara asal, tanpa memperhatikan apakah spanduk tersebut akan dipasang di luar ruangan (outdoor) atau dalam ruangan (indoor).
Misalnya, spanduk ukuran 1 x 0,5 meter mungkin terlihat jelas di dalam ruangan seperti aula atau kelas, tetapi akan terlalu kecil jika dipasang di pinggir jalan. Sebaliknya, spanduk besar ukuran 5 x 1 meter akan tampak berlebihan jika digunakan untuk acara indoor yang ruangnya terbatas.
Menurut sumber dari Canva.com, penempatan spanduk harus disesuaikan dengan jarak pandang audiens. Jika spanduk ditempatkan di tempat yang jauh dari penglihatan orang (seperti jalan besar), maka ukuran huruf dan keseluruhan desain harus lebih besar.
Cara menghindarinya:
-
Tentukan lokasi pemasangan sebelum membuat desain.
-
Perkirakan jarak pandang rata-rata orang yang akan melihat spanduk.
-
Gunakan ukuran standar berdasarkan kebutuhan, misalnya:
-
1 x 0,6 m untuk indoor kecil
-
3 x 1 m untuk acara luar ruangan
-
5 x 2 m untuk area jalan besar
-
2. Tidak Memperhitungkan Jarak Pandang Tulisan
Banyak orang lupa bahwa ukuran spanduk memengaruhi ukuran teks di dalamnya. Akibatnya, spanduk terlihat bagus dari dekat, tetapi tidak terbaca dari jauh.
Menurut Venngage.com, jarak ideal pembacaan spanduk adalah sekitar 10 kali tinggi huruf. Misalnya, jika huruf utama di spanduk setinggi 10 cm, maka spanduk dapat terbaca dengan jelas dari jarak 10 meter.
Kesalahan ini sering terjadi ketika desainer hanya fokus pada keindahan visual tanpa memikirkan fungsionalitas. Spanduk yang terlalu kecil dengan teks kecil akan kehilangan efektivitasnya sebagai media promosi.
Cara menghindarinya:
-
Gunakan huruf besar dan tebal untuk judul utama.
-
Pastikan teks penting dapat terbaca dari jarak minimal 5–10 meter.
-
Sesuaikan ukuran huruf dengan skala spanduk.
3. Mengabaikan Proporsi Desain dan Ukuran Gambar
Kesalahan berikutnya adalah tidak menyesuaikan proporsi desain dengan ukuran spanduk. Banyak yang membuat desain dalam ukuran kecil di komputer tanpa menyesuaikan rasio skala untuk ukuran cetak sebenarnya. Akibatnya, gambar bisa pecah, tulisan terpotong, atau tata letak terlihat tidak rapi.
Menurut Printful.com, gambar yang digunakan untuk cetak besar seperti spanduk harus memiliki resolusi minimal 150 dpi (dots per inch) agar hasilnya tetap tajam dan tidak buram saat diperbesar.
Cara menghindarinya:
-
Gunakan desain dengan ukuran kanvas sesuai skala cetak sebenarnya (misalnya 3 x 1 meter).
-
Pastikan gambar memiliki resolusi tinggi dan tidak pecah.
-
Hindari menaruh elemen penting (logo, teks) di pinggiran spanduk agar tidak terpotong saat dicetak.
4. Tidak Memperhitungkan Margin dan Area Potong
Kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir spanduk. Banyak orang membuat desain yang memenuhi seluruh bidang spanduk tanpa memberi margin (area kosong di tepi).
Saat proses pencetakan dan pemotongan, biasanya akan ada area yang terpotong sekitar 2–5 cm di setiap sisi. Jika desain tidak menyisakan ruang aman, bisa saja tulisan penting ikut terpotong.
Sumber dari Vistaprint.com menyarankan untuk memberikan bleed area minimal 5 mm hingga 1 cm di setiap sisi desain cetak besar seperti spanduk.
Cara menghindarinya:
-
Sisakan area aman (safe area) sekitar 5–10 cm dari tepi spanduk.
-
Hindari menaruh teks penting di dekat pinggiran desain.
-
Mintalah pada percetakan ukuran area potong sebelum mengirim file desain akhir.
5. Tidak Berkonsultasi dengan Percetakan Sebelum Desain Final
Kesalahan terakhir yang cukup sering terjadi adalah tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak percetakan. Setiap percetakan bisa memiliki standar dan batasan mesin cetak yang berbeda, seperti ukuran maksimal bahan, jenis media (vinyl, flexi, atau albatros), hingga sistem penggulung atau sambungan spanduk.
Akibatnya, desain yang sudah jadi terkadang tidak bisa dicetak sesuai ukuran yang diinginkan. Hal ini tentu bisa membuat waktu dan biaya terbuang percuma.
Menurut 99designs.com, komunikasi antara desainer dan percetakan merupakan langkah penting dalam proses produksi agar hasil akhir sesuai harapan.
Cara menghindarinya:
-
Tanyakan ukuran maksimal bahan dan mesin cetak yang digunakan.
-
Pastikan resolusi dan format file sesuai rekomendasi (biasanya .PDF, .AI, atau .PNG).
-
Mintalah contoh hasil cetakan sebelumnya agar tahu kualitas hasil akhir.
Tips Tambahan dalam Menentukan Ukuran Spanduk
Agar lebih mudah menentukan ukuran spanduk yang ideal, berikut beberapa tips tambahan yang bisa Anda terapkan:
-
Gunakan ukuran standar yang umum digunakan di pasaran, seperti:
-
1 x 0,6 meter (spanduk kecil)
-
2 x 1 meter (sedang)
-
4 x 1 meter (besar)
-
-
Perhatikan keseimbangan antara teks dan gambar. Jangan terlalu banyak elemen agar spanduk tetap mudah dibaca.
-
Pertimbangkan arah pemasangan.
-
Spanduk horizontal cocok untuk promosi jalanan atau acara besar.
-
Spanduk vertikal (banner roll-up) cocok untuk indoor seperti pameran atau seminar.
-
-
Gunakan desain yang kontras. Warna teks harus berbeda dari latar belakang agar mudah terbaca.
Menentukan ukuran spanduk bukan hal sepele. Banyak orang menganggap yang penting desainnya bagus, padahal ukuran yang tidak sesuai bisa membuat pesan gagal tersampaikan.
Kesalahan seperti tidak menyesuaikan lokasi pemasangan, mengabaikan jarak pandang, proporsi desain, margin, hingga lupa konsultasi dengan percetakan bisa membuat spanduk kurang efektif.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
