Namun, di balik kebiasaan itu, banyak yang masih bertanya: apakah membaca Surat Yasin benar-benar bermanfaat untuk arwah orang tua? Jawabannya, ya, sangat bermanfaat—baik dari sisi agama maupun psikologis.
Menurut tafsir dari Kementerian Agama RI (Kemenag.go.id), Surat Yasin disebut sebagai “jantung Al-Qur’an” (qalbu al-Qur’an) karena kandungannya yang menyentuh aspek akidah, keimanan, dan pengingat akan kehidupan setelah mati. Maka, membaca surat ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud cinta dan doa untuk orang tua yang telah tiada.
1. Surat Yasin sebagai Wujud Doa dan Pengingat Kehidupan Akhirat
Membaca Surat Yasin bukan hanya amalan rutin, tetapi juga cara untuk mendoakan arwah orang tua agar mendapat ketenangan di alam kubur.
Dalam Hadis Riwayat Abu Dawud (no. 3121), Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Surat Yasin untuk orang-orang yang meninggal di antara kamu.”
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa membaca Surat Yasin adalah bentuk doa dan penghiburan bagi arwah, sekaligus memperkuat keyakinan kita akan kehidupan setelah mati.
Selain itu, dengan membaca Yasin, kita diingatkan kembali bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah, sehingga hati menjadi lebih tenang dan ikhlas dalam menghadapi kehilangan.
2. Mengalirkan Pahala untuk Orang Tua yang Telah Wafat
Salah satu manfaat terbesar membaca Surat Yasin untuk arwah orang tua adalah mengalirkan pahala (amal jariyah).
Menurut pendapat ulama dalam kitab “Tafsir al-Maraghi” dan “Tafsir Ibnu Katsir”, pahala dari bacaan Al-Qur’an dapat disampaikan kepada orang yang telah meninggal dengan niat tulus. Ini disebut sebagai “ihda’ al-tsawab”, yaitu menghadiahkan pahala bacaan kepada orang lain.
Dengan demikian, setiap kali anak membaca Surat Yasin dan menghadiahkan pahalanya untuk orang tua, maka pahala itu menjadi amal berkelanjutan bagi keduanya. Rasulullah SAW juga bersabda dalam Hadis Riwayat Muslim:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
Anak yang membaca Yasin untuk orang tuanya adalah bentuk nyata dari anak saleh yang mendoakan orang tua—sesuatu yang sangat berharga di sisi Allah SWT.
3. Membaca Surat Yasin Menumbuhkan Ketenteraman Jiwa
Selain manfaat spiritual, membaca Surat Yasin juga membawa ketenangan batin bagi keluarga yang ditinggalkan.
Menurut penelitian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta (2021), aktivitas membaca Al-Qur’an, termasuk Surat Yasin, terbukti dapat menurunkan stres dan meningkatkan rasa damai. Hal ini karena bacaan ayat-ayat Al-Qur’an memiliki ritme yang menenangkan dan kandungan maknanya yang meneguhkan hati.
Saat kita membaca Yasin untuk arwah orang tua, hati terasa lebih damai, kesedihan berangsur hilang, dan muncul rasa kedekatan spiritual dengan mereka. Ini menjadi terapi spiritual alami yang membantu kita menerima takdir dengan lapang dada.
4. Mengingat Jasa dan Pengorbanan Orang Tua
Membaca Surat Yasin juga menjadi momen refleksi untuk mengenang jasa orang tua. Ketika ayat demi ayat dibaca, kita diingatkan akan kasih sayang, perjuangan, dan pengorbanan mereka selama hidup.
Hal ini memperkuat rasa syukur dan mendorong kita untuk menjadi anak yang lebih berbakti. Dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat 14, Allah berfirman:
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu.”
Dengan membaca Yasin untuk mereka, kita tidak hanya mengirim doa, tetapi juga memelihara rasa syukur dan cinta kepada orang tua, meski mereka sudah tiada.
5. Penguat Ikatan Keluarga melalui Pembacaan Yasin Bersama
Tradisi membaca Surat Yasin secara berjamaah, seperti pada malam Jumat atau acara tahlilan, memiliki manfaat sosial yang besar. Selain mendoakan arwah orang tua, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi keluarga dan tetangga.
Menurut pakar sosiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tradisi Yasinan berperan penting dalam menjaga nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di masyarakat.
Dengan demikian, membaca Yasin tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menguatkan hubungan sosial, mempererat hubungan antaranggota keluarga, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam beribadah.
6. Mendapat Keberkahan dan Perlindungan dari Allah SWT
Surat Yasin dikenal sebagai surat yang penuh berkah. Dalam Tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa siapa yang membaca Surat Yasin dengan ikhlas, maka Allah akan memberikan kemudahan dalam urusan hidupnya, perlindungan dari bala, serta keberkahan dalam rezeki.
Dengan niat menghadiahkan pahala untuk arwah orang tua, keberkahan itu tidak hanya mengalir kepada almarhum/almarhumah, tetapi juga kepada pembacanya.
Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261,
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji.”
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap amal kebaikan—termasuk membaca Yasin—akan digandakan pahalanya oleh Allah SWT.
7. Waktu yang Baik untuk Membaca Surat Yasin
Banyak ulama menganjurkan pembacaan Surat Yasin dilakukan pada malam Jumat, karena hari tersebut memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis Riwayat Ahmad:
“Hari terbaik yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.”
Namun, membaca Yasin tidak terbatas pada waktu tertentu. Anda bisa membacanya kapan saja, terutama saat hati teringat pada orang tua. Niatkan dengan ikhlas agar pahala bacaan tersebut sampai kepada mereka.
8. Cara Menghadiahkan Bacaan Yasin untuk Arwah Orang Tua
Berikut langkah sederhana agar pembacaan Yasin menjadi lebih bermakna:
-
Niatkan dengan tulus bahwa bacaan ini dihadiahkan untuk arwah orang tua.
-
Mulailah dengan membaca Surat Al-Fatihah dan niat menghadiahkan pahalanya.
-
Bacalah Surat Yasin secara perlahan, pahami maknanya.
-
Setelah selesai, bacalah doa untuk arwah orang tua, memohonkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
-
Akhiri dengan doa penutup dan Al-Fatihah kembali.
Dengan cara ini, amalan menjadi lebih khusyuk dan niat Anda tersampaikan dengan baik.
Bukti Cinta yang Tak Pernah Putus
Membaca Surat Yasin untuk arwah orang tua bukan hanya tradisi, melainkan bukti cinta yang abadi. Ia menjadi jembatan doa antara anak dan orang tua yang telah tiada.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
