“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim No. 1631)
Dari hadis ini, kita memahami bahwa sedekah jariyah adalah salah satu cara agar pahala terus mengalir walau seseorang sudah meninggal. Nah, salah satu bentuk sedekah jariyah yang sering dilakukan umat Islam adalah membagikan Buku Yasin.
Buku Yasin bukan hanya berisi Surat Yasin semata, tetapi juga dilengkapi dengan doa tahlil, doa arwah, dan bacaan lainnya yang sangat bermanfaat bagi umat Islam. Setiap kali seseorang membaca buku tersebut, pahala juga mengalir kepada orang yang membagikannya.
Pengertian Amal Jariyah dan Kaitannya dengan Buku Yasin
Amal jariyah berasal dari kata jariyah yang berarti “mengalir”. Artinya, amal tersebut tidak berhenti pada satu waktu, melainkan terus memberikan manfaat. Dalam konteks ini, membagikan Buku Yasin termasuk bentuk sedekah yang manfaatnya panjang karena akan terus dibaca dan digunakan dalam berbagai acara keagamaan.
Menurut penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim, sedekah jariyah adalah segala bentuk amal yang manfaatnya terus berlangsung walau pemberinya telah meninggal dunia. Jika seseorang memberikan Buku Yasin kepada masjid, keluarga, atau teman, lalu buku tersebut digunakan untuk membaca Surat Yasin setiap malam Jumat atau dalam acara tahlilan, maka pahala akan terus mengalir kepada pemberinya selama buku itu masih digunakan.
Dengan kata lain, setiap huruf yang dibaca dari buku itu akan menjadi tambahan amal baik bagi orang yang membagikannya.
Mengapa Buku Yasin Memiliki Nilai Amal Jariyah
a. Buku Yasin Mengandung Ilmu dan Bacaan yang Bermanfaat
Membagikan Buku Yasin sama seperti menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Isinya bukan sekadar teks bacaan, tetapi mengandung ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa penting. Dalam Islam, orang yang menyebarkan ilmu agama akan mendapatkan pahala yang tidak terputus, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi:
“Barang siapa yang mengajarkan satu kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi No. 2670)
Dengan demikian, ketika seseorang membagikan Buku Yasin, ia ikut berperan menyebarkan kebaikan dan pengetahuan agama kepada orang lain.
b. Buku Yasin Digunakan dalam Ibadah Kolektif
Buku Yasin sering digunakan dalam acara tahlilan, doa bersama, maupun peringatan hari meninggal dunia seperti 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan haul tahunan. Karena buku tersebut menjadi bagian dari kegiatan ibadah yang mengingat Allah dan mendoakan orang yang telah wafat, maka manfaatnya tidak berhenti hanya pada satu individu.
Pahala membaca Al-Qur’an dan doa dari Buku Yasin akan melibatkan banyak orang, dan pahalanya juga sampai kepada pihak yang membagikan buku tersebut. Selama buku itu dibaca, pahala sedekahnya tetap berjalan.
Pandangan Ulama tentang Membagikan Buku Yasin sebagai Amal Jariyah
Beberapa ulama menegaskan bahwa amal yang memberi manfaat terus-menerus seperti membangun masjid, menyumbang mushaf, atau memberikan Buku Yasin termasuk sedekah jariyah.
Menurut Syekh Yusuf al-Qaradawi dalam bukunya Fiqh az-Zakah, sedekah jariyah mencakup segala sesuatu yang manfaatnya berkelanjutan, termasuk menyebarkan media dakwah dan ilmu agama. Buku Yasin termasuk dalam kategori ini karena menjadi sarana bagi orang lain untuk beribadah.
Demikian pula Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan dalam Majmu’ Fatawa-nya bahwa siapa saja yang memberikan mushaf atau kitab yang dibaca untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka pahala akan terus mengalir selama kitab itu dibaca.
Dari pandangan para ulama tersebut, dapat disimpulkan bahwa Buku Yasin adalah media dakwah kecil yang menyebarkan pahala besar.
Nilai Spiritual dan Sosial dari Membagikan Buku Yasin
a. Menguatkan Ikatan Silaturahmi
Biasanya, pembagian Buku Yasin dilakukan saat momen penting seperti tahlilan atau haul. Hal ini membuat keluarga, kerabat, dan masyarakat berkumpul untuk membaca doa bersama. Selain menjadi amal jariyah, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial dan spiritual antarumat Islam.
b. Mengingatkan tentang Kematian dan Kehidupan Akhirat
Buku Yasin bukan hanya simbol doa untuk yang telah meninggal, tetapi juga pengingat bagi yang masih hidup. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang mengingatkan tentang kebesaran Allah dan kehidupan setelah mati. Dengan membagikan Buku Yasin, seseorang sebenarnya membantu orang lain untuk selalu mengingat Allah dan memperbaiki amalnya.
c. Mengajarkan Generasi Muda untuk Cinta Al-Qur’an
Buku Yasin yang dibagikan di rumah, masjid, atau sekolah bisa menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda agar lebih mencintai Al-Qur’an. Setiap kali mereka membaca atau mempelajari isinya, pahala juga akan mengalir kepada orang yang menyumbangkannya.
Cara Membagikan Buku Yasin agar Menjadi Amal Jariyah yang Bernilai
Agar pembagian Buku Yasin benar-benar menjadi amal jariyah yang bermanfaat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Niat yang Ikhlas
Luruskan niat karena Allah, bukan untuk pamer atau sekadar tradisi. Amal akan diterima jika dilakukan dengan niat yang tulus (HR. Bukhari No. 1). -
Gunakan Buku Yasin Berkualitas Baik
Pilih buku dengan bahan yang awet dan desain yang rapi agar bisa digunakan dalam waktu lama. Semakin lama buku itu bertahan, semakin panjang pula aliran pahalanya. -
Cantumkan Nama dengan Doa, Bukan untuk Pamer
Banyak orang mencantumkan nama keluarga di halaman depan Buku Yasin. Sebaiknya ditulis dengan niat sebagai doa atau kenangan, bukan untuk mencari pujian. -
Sebarkan ke Tempat yang Tepat
Buku Yasin bisa dibagikan ke masjid, pesantren, majelis taklim, atau keluarga yang sering mengadakan pengajian. Ini memastikan buku tersebut benar-benar dibaca dan digunakan.
Pahala Tak Terputus dari Sebuah Buku
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa membagikan Buku Yasin termasuk amal jariyah karena manfaatnya tidak berhenti pada satu waktu. Selama buku itu dibaca, digunakan untuk beribadah, dan dijaga dengan baik, pahala terus mengalir kepada orang yang memberikannya.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
