Bayangkan Anda sedang naik motor dan melihat spanduk promo diskon di pinggir jalan. Jika teks terlalu kecil atau warna tidak kontras, tentu Anda akan melewatkannya begitu saja. Itulah alasan utama mengapa desain spanduk harus ringkas, jelas, dan mudah dibaca dalam waktu singkat (Sumber: Canva Design School).
1. Gunakan Teks yang Singkat dan Padat
Prinsip pertama dalam membuat spanduk adalah menyampaikan pesan dengan singkat. Hindari kalimat panjang yang sulit dibaca. Spanduk hanya punya waktu beberapa detik untuk menarik perhatian orang yang lewat.
Misalnya, dibandingkan menulis:
“Dapatkan diskon besar-besaran untuk semua produk fashion pria dan wanita di toko kami mulai tanggal 10 sampai 20 September.”
Lebih baik ditulis singkat:
“Diskon Fashion 50% – 10-20 September!”
Pesan singkat lebih mudah diingat dan tidak membingungkan. Menurut The Marketing Rule of 7 (HubSpot, 2023), pesan sederhana cenderung lebih efektif dalam membangun kesadaran merek.
2. Pilih Ukuran Font yang Tepat
Ukuran font sangat menentukan keterbacaan spanduk. Jika font terlalu kecil, pesan tidak akan terbaca dari jarak jauh.
Sebagai panduan, menurut standar percetakan (PrintPlace, 2022), ukuran font 10 cm dapat dibaca dari jarak 30 meter. Maka, semakin jauh jarak pandang target audiens, semakin besar ukuran font yang harus digunakan.
Tips:
-
Gunakan font besar untuk teks utama (headline).
-
Gunakan font sedang untuk informasi tambahan.
-
Hindari font tipis atau dekoratif yang sulit dibaca.
Font sederhana seperti Arial, Helvetica, atau Montserrat biasanya lebih ramah untuk spanduk.
3. Gunakan Kombinasi Warna yang Kontras
Warna berperan penting agar teks terlihat jelas. Kombinasi warna yang salah dapat membuat tulisan tenggelam dalam background.
Contoh kombinasi warna yang baik:
-
Teks putih di atas background biru tua.
-
Teks hitam di atas background kuning terang.
-
Teks merah di atas background putih.
Sementara itu, kombinasi yang buruk:
-
Teks biru di atas background hijau.
-
Teks merah di atas background oranye.
Menurut penelitian dari Design Wizard (2021), kontras warna dapat meningkatkan keterbacaan hingga 40%. Jadi, pastikan memilih warna teks dan background yang saling melengkapi.
4. Perhatikan Tata Letak (Layout)
Tata letak spanduk harus memandu mata pembaca dari atas ke bawah secara alami. Biasanya, orang pertama kali melihat headline, lalu subjudul, dan terakhir detail kontak.
Susunan yang efektif:
-
Headline: informasi utama atau penawaran.
-
Visual: gambar pendukung (produk, logo, atau ilustrasi).
-
Detail: tanggal, alamat, atau nomor kontak.
Gunakan prinsip hierarki visual. Elemen yang paling penting harus ditampilkan paling menonjol, baik dari ukuran maupun posisi.
5. Tambahkan Visual yang Relevan
Selain teks, visual sangat membantu menarik perhatian. Namun, jangan berlebihan. Spanduk yang terlalu ramai justru membingungkan.
Contoh visual yang tepat:
-
Logo brand agar mudah dikenali.
-
Gambar produk unggulan.
-
Ikon sederhana seperti tanda panah atau ikon peta.
Menurut penelitian dari Venngage (2022), otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Jadi, visual bisa memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
6. Fokus pada Satu Pesan Utama
Kesalahan umum dalam desain spanduk adalah memasukkan terlalu banyak informasi. Ingat, spanduk bukan brosur. Tugas utamanya adalah menyampaikan satu pesan inti yang mudah diingat.
Misalnya:
-
Promo diskon
-
Grand opening
-
Event khusus
-
Produk baru
Jika ada banyak informasi, lebih baik buat beberapa spanduk berbeda dengan fokus pesan masing-masing. Hal ini akan lebih efektif daripada menjejalkan semuanya dalam satu desain.
7. Gunakan Call-to-Action (CTA)
Spanduk yang baik tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mendorong orang untuk bertindak. CTA (Call-to-Action) bisa berupa:
-
“Kunjungi Toko Kami Hari Ini!”
-
“Scan QR Code untuk Info Lebih Lanjut”
-
“Hubungi: 0812-XXXX-XXXX”
Menurut WordStream (2023), CTA yang jelas bisa meningkatkan respons hingga 80%. Jadi, jangan lupa menambahkan ajakan yang sederhana namun tegas.
8. Pertimbangkan Lokasi Pemasangan Spanduk
Desain spanduk juga harus menyesuaikan dengan lokasi pemasangan. Misalnya:
-
Jika dipasang di jalan raya, gunakan teks ekstra besar dengan warna kontras.
-
Jika dipasang di dalam ruangan, Anda bisa menambahkan detail lebih banyak.
-
Jika dipasang tinggi, pastikan headline berada di bagian atas agar mudah terbaca dari bawah.
Pemilihan lokasi yang tepat akan memaksimalkan efektivitas spanduk Anda.
9. Uji Desain Sebelum Dicetak
Sebelum mencetak, lakukan uji coba sederhana. Caranya:
-
Lihat desain di layar dari jarak 2–3 meter.
-
Cetak versi kecil dan lihat apakah masih terbaca.
-
Minta pendapat orang lain.
Kadang, hal-hal kecil seperti spasi atau warna terlihat berbeda saat dicetak dibandingkan di layar. Dengan uji coba, Anda bisa menghindari kesalahan yang merugikan.
10. Gunakan Percetakan Profesional
Terakhir, meskipun desain sudah bagus, kualitas cetakan juga berpengaruh. Percetakan profesional biasanya menggunakan bahan dan tinta berkualitas yang membuat spanduk lebih awet dan warnanya tajam.
Beberapa percetakan bahkan menyediakan jasa desain gratis atau revisi sebelum dicetak. Jadi, pastikan memilih percetakan yang terpercaya agar hasil spanduk maksimal.
Membuat desain spanduk yang mudah terbaca tidak hanya soal estetika, tetapi juga strategi komunikasi. Dengan teks singkat, font besar, warna kontras, tata letak rapi, dan visual relevan, spanduk Anda akan lebih efektif dalam menarik perhatian dan menyampaikan pesan.
Ingat, tujuan utama spanduk adalah membuat orang cepat memahami pesan Anda hanya dalam hitungan detik. Jadi, selalu fokus pada kesederhanaan dan keterbacaan.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
