Menurut laman 99designs.com, poster yang dirancang dengan baik mampu meningkatkan visibilitas merek dan membuat audiens lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan. Sayangnya, kesalahan kecil seperti salah memilih warna, ukuran file, atau jenis kertas bisa merusak kualitas keseluruhan poster.
berikut ini adalah 5 kesalahan umum saat mencetak poster serta solusi untuk menghindarinya.
1. Menggunakan Resolusi Gambar yang Terlalu Rendah
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah menggunakan gambar dengan resolusi rendah. Banyak orang hanya mengambil gambar dari internet dengan ukuran kecil, lalu diperbesar untuk desain poster. Akibatnya, hasil cetakan menjadi buram atau pecah.
Menurut Adobe Creative Cloud (adobe.com), standar resolusi cetak yang ideal adalah 300 dpi (dots per inch). Jika menggunakan resolusi di bawah itu, kualitas gambar tidak akan tajam meskipun terlihat bagus di layar komputer.
Cara menghindari:
-
Pastikan semua gambar dan elemen desain memiliki resolusi minimal 300 dpi.
-
Gunakan foto asli atau stok gambar berlisensi dengan ukuran besar.
-
Jika harus memperbesar gambar, gunakan software desain profesional seperti Adobe Photoshop atau CorelDraw agar kualitas tetap terjaga.
2. Salah Mengatur Mode Warna (RGB vs CMYK)
Kesalahan kedua adalah tidak memahami perbedaan mode warna. Banyak desainer pemula membuat desain poster menggunakan RGB (Red, Green, Blue) karena itu default di komputer. Padahal, percetakan menggunakan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).
Akibatnya, warna hasil cetakan sering tidak sama dengan tampilan di layar. Misalnya, warna merah cerah di layar bisa terlihat lebih kusam saat dicetak.
Menurut Printivity Blog (printivity.com), perbedaan ini adalah masalah paling sering muncul dalam dunia percetakan.
Cara menghindari:
-
Saat membuat desain poster, ubah pengaturan mode warna menjadi CMYK sejak awal.
-
Lakukan tes print kecil (proofing) untuk memastikan warna sesuai harapan.
-
Konsultasikan dengan percetakan mengenai profil warna yang mereka gunakan agar hasil lebih akurat.
3. Mengabaikan Bleed dan Margin
Banyak orang membuat desain poster tanpa memperhatikan area bleed (ruang tambahan di luar area desain) dan margin (batas aman teks dan elemen penting). Akibatnya, saat dipotong, sebagian teks atau gambar bisa terpotong.
Standar bleed biasanya 3–5 mm di setiap sisi. Margin juga penting agar teks tidak terlalu mepet ke pinggir.
Menurut Canva Design School (canva.com), pengaturan bleed adalah salah satu hal yang wajib diperhatikan dalam percetakan agar hasil akhir tidak terlihat asal-asalan.
Cara menghindari:
-
Tambahkan bleed minimal 3 mm pada file desain sebelum dikirim ke percetakan.
-
Pastikan semua teks dan elemen penting memiliki jarak aman dari tepi kertas.
-
Gunakan panduan garis (guidelines) di software desain untuk memastikan penempatan elemen tetap rapi.
4. Memilih Jenis Kertas yang Salah
Jenis kertas sangat mempengaruhi kesan poster. Namun, banyak orang asal pilih kertas tanpa mempertimbangkan kebutuhan. Misalnya, menggunakan kertas tipis untuk poster outdoor, yang akhirnya mudah sobek atau luntur terkena hujan.
Menurut UPrinting (uprinting.com), pemilihan kertas untuk poster biasanya dibagi menjadi dua:
-
Poster indoor: bisa menggunakan kertas art paper 150–210 gsm dengan laminasi doff/glossy.
-
Poster outdoor: sebaiknya menggunakan bahan lebih tahan lama seperti vinyl atau kertas khusus yang dilapisi laminasi tahan air.
Cara menghindari:
-
Sesuaikan jenis kertas dengan lokasi pemasangan (indoor/outdoor).
-
Jika untuk promosi jangka panjang, pilih kertas lebih tebal atau bahan tahan cuaca.
-
Konsultasikan dengan percetakan untuk menentukan bahan terbaik sesuai kebutuhan.
5. Terlalu Banyak Informasi dalam Desain Poster
Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak teks dan gambar dalam satu poster. Alih-alih informatif, poster malah jadi membingungkan dan tidak menarik.
Poster seharusnya menyampaikan pesan singkat, jelas, dan mudah diingat. Studi dari Designhill (designhill.com) menyebutkan bahwa otak manusia hanya butuh 2,8 detik untuk memutuskan apakah sebuah poster menarik atau tidak.
Cara menghindari:
-
Fokus pada satu pesan utama (misalnya promo diskon atau detail acara).
-
Gunakan font yang jelas dibaca dari jarak jauh.
-
Batasi penggunaan warna agar tidak terlalu ramai.
-
Sertakan elemen penting seperti tanggal, lokasi, atau kontak dengan ukuran yang mudah terlihat.
Mencetak poster memang terlihat sederhana, namun kenyataannya banyak detail teknis yang harus diperhatikan. Lima kesalahan umum yang sering terjadi adalah:
-
Menggunakan resolusi gambar rendah.
-
Salah mengatur mode warna (RGB vs CMYK).
-
Tidak menambahkan bleed dan margin.
-
Salah memilih jenis kertas.
-
Terlalu banyak informasi dalam desain.
