Bagaimana Cara Merawat Undangan Agar Tidak Cepat Kusam
Home ☛ Blog  ☛  Bagaimana Cara Merawat Undangan Agar Tidak Cepat Kusam
header-1
Baca Juga  Pentingnya Proofing Sebelum Mencetak Undangan
Usaha Jaya Printing - Undangan bukan hanya sekadar kertas pemberitahuan acara, tapi juga memiliki nilai estetika dan kenangan tersendiri. Apalagi untuk acara spesial seperti pernikahan, wisuda, atau ulang tahun, undangan menjadi simbol kesan pertama yang ingin diberikan kepada tamu. Namun sayangnya, banyak undangan yang cepat kusam, pudar, bahkan rusak hanya dalam waktu singkat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara merawat undangan agar tidak cepat kusam, dengan bahasa sederhana dan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan siapa saja.

1. Kenali Jenis Bahan Undangan yang Digunakan

Langkah pertama sebelum merawat undangan adalah mengenali jenis bahan yang digunakan. Menurut laman Printivity Blog (2024), setiap jenis kertas memiliki karakteristik yang berbeda terhadap kelembapan, cahaya, dan suhu ruangan.

Beberapa jenis bahan undangan yang umum digunakan antara lain:

  1. Art paper atau art carton – memiliki permukaan licin dan mengilap, cocok untuk cetakan warna penuh.

  2. Jasmine paper – memiliki kilau lembut dengan tekstur halus.

  3. Ivory paper – lebih tebal dan tahan lama, tetapi mudah kusam jika terkena udara lembap.

  4. Linen paper – memiliki tekstur seperti kain, sehingga perlu perlakuan khusus agar tidak berjamur.

Dengan mengenali bahan undangan, kamu bisa menentukan cara perawatan yang paling tepat agar tampilannya tetap seperti baru.

2. Hindari Paparan Langsung dari Sinar Matahari

Sinar matahari memang baik untuk mengeringkan kertas yang lembap, tetapi paparan langsung dalam jangka panjang bisa merusak warna dan lapisan tinta. Menurut Paper Conservators Society (2023), sinar UV dapat menyebabkan oksidasi pada tinta dan serat kertas sehingga warna undangan menjadi pudar atau kekuningan.

Untuk menjaga warna undangan:

  1. Simpan undangan di tempat teduh dan kering.

  2. Hindari menaruhnya di dekat jendela atau ruangan yang terlalu panas.

  3. Jika ingin memajangnya, gunakan frame kaca UV protection agar warna tidak cepat memudar.

3. Simpan di Tempat Kering dan Sejuk

Kelembapan adalah musuh utama kertas. Undangan yang disimpan di tempat lembap mudah berjamur, menggulung, atau bahkan menimbulkan bau tidak sedap. Berdasarkan penelitian National Archives (2022), suhu ideal untuk penyimpanan bahan kertas adalah antara 18–22°C dengan kelembapan sekitar 35–45%.

Beberapa tips penyimpanan yang bisa kamu lakukan:

  1. Gunakan kotak penyimpanan berbahan karton tebal atau plastik keras.

  2. Tambahkan silica gel untuk menjaga kelembapan tetap stabil.

  3. Jangan menumpuk undangan terlalu banyak agar tidak saling menekan dan meninggalkan bekas.

4. Gunakan Plastik Pelindung atau Map Arsip

Salah satu cara paling praktis agar undangan tidak cepat kusam adalah dengan membungkusnya dalam plastik pelindung transparan. Plastik ini dapat mencegah debu, air, dan kotoran menempel di permukaan undangan.

Namun, penting untuk memilih plastik yang tidak mengandung asam (acid-free) karena bahan asam bisa mempercepat proses pelapukan kertas. Menurut The Library of Congress (2023), bahan plastik jenis polypropylene (PP) dan polyethylene (PE) adalah pilihan terbaik untuk penyimpanan dokumen dan kertas cetak.

Jika kamu ingin menyimpan banyak undangan sekaligus, gunakan map arsip dengan pembatas antar lembar agar tidak saling bergesekan.

5. Hindari Sentuhan Langsung dengan Tangan yang Kotor atau Basah

Kertas undangan sangat sensitif terhadap minyak alami dari kulit dan air. Setiap kali menyentuhnya dengan tangan yang kotor atau lembap, risiko noda dan kusam meningkat.

Baca Juga  Desain Undangan Modern dengan Sentuhan Minimalis

Menurut Paper Preservation Handbook (2024), minyak dari jari tangan dapat meninggalkan bekas halus yang sulit dihilangkan, terutama pada bahan glossy seperti art paper.

Tips sederhananya:

  1. Cuci tangan sebelum memegang undangan.

  2. Gunakan sarung tangan katun jika ingin memindahkan atau menata koleksi undangan lama.

  3. Jangan menaruh undangan di meja makan atau area basah.

6. Bersihkan Permukaan Undangan Secara Berkala

Untuk menjaga tampilan undangan tetap segar, kamu bisa membersihkannya secara berkala. Gunakan kain lembut kering atau kuas halus untuk menghapus debu yang menempel di permukaan.

Hindari penggunaan tisu basah atau cairan pembersih karena bisa merusak lapisan tinta atau membuat kertas bergelombang. Jika undangan terkena noda ringan, kamu bisa menggunakan penghapus putih khusus dokumen secara perlahan (sumber: Art Paper Maintenance Guide, 2024).

7. Jangan Melipat atau Menggulung Undangan

Banyak orang menyimpan undangan dengan cara dilipat atau digulung agar lebih hemat tempat. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat permukaan undangan rusak, tinta pecah, atau bahkan retak di bagian lipatan.

Simpan undangan dalam posisi datar dan gunakan alas keras seperti karton atau papan tipis di bagian bawahnya. Jika undangan berukuran besar, simpan di folder besar atau map datar agar bentuknya tetap sempurna.

8. Gunakan Album atau Buku Koleksi Undangan

Bagi kamu yang suka menyimpan undangan sebagai kenangan, membuat album khusus undangan bisa jadi ide menarik. Album ini bisa berfungsi ganda sebagai tempat penyimpanan dan pajangan yang rapi.

Kamu bisa membeli binder dengan plastik isi ulang yang memiliki ukuran A4 atau lebih besar. Pilih album dengan bahan sampul tebal dan tahan lembap agar undangan terlindungi sepenuhnya.

Selain melindungi dari debu, album juga memudahkan kamu melihat koleksi tanpa harus memegang langsung kertas undangan.

9. Hindari Menyimpan di Dekat Benda Tajam atau Cairan

Ini mungkin terdengar sepele, tetapi sering menjadi penyebab utama kerusakan undangan. Cairan seperti parfum, minyak, atau tinta dapat meninggalkan noda permanen. Begitu juga dengan benda tajam seperti gunting atau penjepit logam yang bisa menggores atau merobek undangan.

Pastikan tempat penyimpanan undangan aman dari risiko tumpahan cairan atau gesekan benda keras.

10. Buat Cadangan Digital Undangan

Selain menjaga undangan fisik, kamu juga bisa membuat versi digital dengan cara memindainya (scan) dalam resolusi tinggi. Simpan file digital tersebut di komputer atau penyimpanan cloud seperti Google Drive agar kenangan tetap terjaga meskipun undangan fisiknya rusak.

Menurut Adobe Creative Blog (2024), digitalisasi dokumen cetak menjadi cara paling efektif untuk melestarikan desain dan warna asli tanpa khawatir pudar atau sobek.

Merawat undangan agar tidak cepat kusam bukan hal yang sulit. Dengan mengenali jenis bahan, menjaga dari sinar matahari, serta menyimpannya di tempat yang tepat, undangan bisa tetap awet dan terlihat baru meskipun sudah bertahun-tahun.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Desain Amplop Perusahaan yang Menambah Kesan Eksklusif