Namun, banyak orang yang menganggap spanduk murah identik dengan kualitas rendah. Padahal, kunci utama bukan pada harga mahal atau murah, melainkan bagaimana cara Anda mendesain dan memilih bahan spanduk tersebut.
1. Pilih Desain yang Sederhana tapi Menarik
Salah satu kesalahan paling umum adalah membuat desain spanduk yang terlalu ramai. Banyak teks, banyak warna, dan banyak gambar justru membuat pesan utama tidak terbaca.
Tips agar desain spanduk terlihat profesional meski murah:
-
Gunakan warna kontras: Misalnya, latar belakang gelap dengan teks putih. Menurut Canva (2024), kombinasi warna kontras bisa meningkatkan keterbacaan hingga 40%.
-
Batasi penggunaan font: Maksimal 2 jenis font, satu untuk judul, satu untuk isi.
-
Fokus pada pesan utama: Contoh, jika tujuan spanduk adalah promo diskon, maka kata “DISKON 50%” harus paling menonjol.
-
Tambahkan logo bisnis: Agar tetap terlihat profesional dan mendukung branding.
Dengan desain yang sederhana namun jelas, spanduk Anda tetap terlihat elegan walaupun biayanya minim.
2. Gunakan Bahan Spanduk Sesuai Kebutuhan
Bahan spanduk punya banyak variasi, dan harga bisa berbeda-beda. Kalau Anda ingin hemat, pilih bahan sesuai kebutuhan:
-
Flexi China (280–300 gsm) → paling murah, cocok untuk acara sementara atau promosi singkat.
-
Flexi Korea (280–340 gsm) → lebih tebal, warnanya lebih tajam, cocok untuk penggunaan indoor maupun outdoor.
-
Flexi Jerman (440 gsm ke atas) → paling premium, tahan lama, cocok untuk spanduk permanen.
Jika kebutuhan Anda hanya untuk event 1–2 minggu, tidak perlu menggunakan bahan mahal. Dengan begitu, biaya lebih hemat tanpa mengorbankan kualitas.
(Sumber: PrintQoe, marketplace percetakan online Indonesia, 2024).
3. Ukuran Spanduk Disesuaikan, Jangan Terlalu Besar
Ukuran spanduk yang terlalu besar biasanya membuat biaya cetak melonjak. Padahal, spanduk tidak selalu harus raksasa untuk bisa menarik perhatian.
Contoh ukuran hemat tapi efektif:
-
1x2 meter untuk toko kecil atau acara sederhana.
-
2x3 meter untuk event luar ruangan yang butuh visibilitas lebih luas.
Menurut Print Graphic (2023), ukuran spanduk yang pas sesuai lokasi penempatan lebih efektif daripada yang besar tapi tidak terbaca karena penempatan yang salah.
4. Cetak di Percetakan Online
Percetakan online biasanya menawarkan harga lebih murah dibanding percetakan konvensional. Kenapa? Karena mereka mencetak dalam jumlah banyak sekaligus (sistem offset atau digital printing besar) sehingga biaya produksi lebih efisien.
Selain hemat, percetakan online juga sering memberikan promo, gratis ongkir, atau diskon untuk pesanan dalam jumlah banyak. Contoh platform percetakan online di Indonesia: Printerous, Uprint, dan PrintQoe.
Dengan menggunakan layanan ini, Anda bisa mendapatkan spanduk murah tapi hasil tetap profesional.
5. Manfaatkan Desain Gratis di Internet
Jika ingin lebih hemat, Anda bisa mendesain spanduk sendiri tanpa harus membayar jasa desainer. Ada banyak tools gratis dan user-friendly seperti:
-
Canva (gratis dengan template spanduk siap pakai)
-
Figma (untuk desain kolaborasi)
-
Photopea (alternatif gratis Photoshop berbasis web)
Menurut Canva (2024), 80% UMKM yang menggunakan desain template gratis tetap mampu menghasilkan visual marketing yang efektif dan terlihat profesional. Jadi, jangan takut untuk mencoba.
6. Gunakan Warna dan Visual yang Konsisten dengan Brand
Profesionalisme bukan hanya soal harga, tetapi juga konsistensi. Gunakan warna yang sama dengan identitas brand Anda, baik di logo, media sosial, maupun spanduk.
Contoh:
-
Brand makanan cepat saji → merah, kuning, dan putih.
-
Brand peralatan elektronik → biru dan hitam.
Konsistensi ini akan membuat brand Anda lebih mudah diingat oleh pelanggan.
7. Cetak Banyak Sekaligus untuk Hemat Biaya
Jika Anda sering membutuhkan spanduk (misalnya untuk event bulanan atau promo toko), lebih baik cetak beberapa sekaligus dengan desain berbeda.
Alasannya:
-
Harga cetak per lembar jadi lebih murah.
-
Menghemat waktu karena tidak perlu pesan berulang.
-
Lebih siap ketika ada event mendadak.
Sistem ini mirip seperti prinsip ekonomi skala besar: semakin banyak jumlah produksi, semakin murah biaya satuannya (sumber: Kotler & Keller, Marketing Management, 2022).
8. Pasang Spanduk di Lokasi yang Tepat
Spanduk murah bisa terlihat sangat profesional jika dipasang dengan benar. Beberapa tips pemasangan:
-
Gunakan rangka besi atau kayu yang kokoh.
-
Pastikan posisi sejajar, tidak miring atau lecek.
-
Pilih lokasi yang ramai dilalui orang.
Menurut penelitian Outdoor Media Association (2023), spanduk yang dipasang di lokasi strategis bisa meningkatkan visibilitas bisnis hingga 60%. Jadi, percuma kalau spanduk bagus tapi diletakkan di tempat yang sepi.
9. Tambahkan Call to Action (CTA)
Spanduk bukan hanya media visual, tapi juga alat untuk mendorong tindakan. Jangan lupa tambahkan CTA sederhana seperti:
-
“Kunjungi toko kami sekarang!”
-
“Pesan via WhatsApp: 08xxxxxx”
-
“Nikmati promo hingga 30 September!”
CTA yang jelas akan meningkatkan peluang orang untuk langsung mengambil tindakan.
10. Evaluasi dan Perbaiki
Terakhir, jangan hanya cetak sekali lalu selesai. Evaluasi efektivitas spanduk Anda. Caranya bisa dengan:
-
Menanyakan ke pelanggan, “Tahu promo ini dari mana?”
-
Membandingkan penjualan sebelum dan sesudah pemasangan spanduk.
Dengan begitu, Anda bisa tahu apakah strategi membuat spanduk murah ini benar-benar efektif atau perlu diperbaiki.
Membuat spanduk murah tapi tetap profesional bukan hal yang mustahil. Kuncinya ada pada desain yang sederhana, pemilihan bahan sesuai kebutuhan, cetak di tempat terpercaya, serta pemasangan yang tepat. Dengan cara ini, Anda bisa menghemat biaya tanpa mengorbankan kualitas promosi.
Spanduk murah bukan berarti murahan. Dengan strategi yang tepat, justru spanduk bisa menjadi media promosi yang paling hemat sekaligus efektif untuk meningkatkan citra bisnis Anda.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
