Bagi toko ritel, supermarket, restoran, hingga toko online yang memiliki outlet fisik, spanduk diskon berfungsi untuk:
-
Memberi informasi jelas tentang promo yang sedang berlangsung.
-
Membuat toko terlihat lebih menarik dan ramai.
-
Meningkatkan kepercayaan pelanggan bahwa toko aktif memberikan penawaran.
Namun, sering kali spanduk yang dibuat seadanya kurang bisa memikat perhatian. Inilah pentingnya mendesain spanduk diskon dengan tepat agar benar-benar efektif.
1. Gunakan Warna yang Menarik dan Kontras
Warna adalah elemen pertama yang ditangkap mata pembeli. Pemilihan warna yang tepat akan membuat spanduk lebih mudah terlihat, bahkan dari jarak jauh.
Beberapa warna yang sering digunakan dalam spanduk diskon antara lain:
-
Merah → identik dengan “diskon besar” dan “harga turun” (sumber: Color Psychology in Marketing, Verywell Mind).
-
Kuning → memberi kesan ceria dan mendesak (“buruan sebelum habis”).
-
Hitam + Putih → memberi kesan elegan dan premium untuk diskon produk branded.
Contoh: Spanduk dengan latar merah terang dan tulisan putih tebal “DISKON 70%” pasti langsung memikat mata orang yang lewat.
2. Gunakan Font Besar dan Mudah Dibaca
Spanduk sering dilihat dari jarak jauh. Itu sebabnya font yang digunakan harus tebal, jelas, dan mudah dibaca. Hindari huruf tipis atau model tulisan yang terlalu rumit.
Tips memilih font untuk spanduk diskon:
-
Gunakan font tegas seperti Impact, Arial Black, atau Montserrat Bold.
-
Pastikan ukuran teks utama (“DISKON 50%”) jauh lebih besar dari teks tambahan.
-
Gunakan maksimal 2 jenis font agar desain tidak berantakan.
Menurut Canva Design School (2022), readability atau keterbacaan adalah faktor penting dalam desain promosi luar ruangan. Jadi, semakin mudah terbaca, semakin cepat pesan tersampaikan.
3. Fokus pada Kata Kunci Promosi
Dalam spanduk diskon, kata-kata yang digunakan harus singkat, padat, dan jelas. Hindari kalimat panjang yang sulit dibaca.
Beberapa contoh kata kunci promosi yang terbukti efektif:
-
DISKON BESAR
-
SALE
-
BELI 1 GRATIS 1
-
HANYA HARI INI
-
HEMAT 70%
4. Tambahkan Elemen Visual yang Menarik
Selain teks, spanduk diskon juga perlu visual pendukung. Misalnya:
-
Gambar produk yang sedang diskon.
-
Ikon seperti tanda panah, lingkaran merah bertuliskan “SALE”, atau bintang berwarna kuning.
-
Elemen grafis sederhana agar spanduk tidak terlalu kosong.
Namun, hindari penggunaan gambar yang terlalu ramai karena bisa mengganggu fokus pembeli terhadap pesan utama.
5. Buat Tata Letak yang Rapi dan Seimbang
Tata letak atau layout menentukan seberapa mudah orang memahami isi spanduk. Aturan dasarnya:
-
Letakkan informasi utama (DISKON berapa %) di bagian tengah atau atas.
-
Tambahkan detail (syarat & ketentuan, tanggal promo) di bagian bawah dengan ukuran font lebih kecil.
-
Gunakan prinsip desain sederhana: jangan lebih dari 3 warna utama dan 2 jenis font.
Dengan begitu, mata pembeli bisa langsung fokus pada hal terpenting, yaitu nilai diskon.
6. Gunakan Ukuran Spanduk yang Sesuai Lokasi
Ukuran spanduk juga memengaruhi efektivitas promosi. Spanduk kecil cocok dipasang di dekat produk, sementara spanduk besar cocok dipasang di depan toko.
Beberapa ukuran spanduk populer di Indonesia:
-
1 x 3 meter → umum untuk spanduk depan toko.
-
1,5 x 4 meter → untuk acara promo besar.
-
0,8 x 2 meter → lebih fleksibel, bisa dipasang indoor.
Sumber: Data percetakan lokal PrintQoe Indonesia (2022) menyebutkan ukuran 1x3 m adalah yang paling sering dipakai oleh UMKM untuk spanduk promosi.
7. Tambahkan Call to Action (CTA)
CTA atau ajakan bertindak penting dalam desain spanduk. Contoh CTA yang efektif:
-
“Beli Sekarang!”
-
“Jangan Lewatkan!”
-
“Hanya Sampai Besok!”
Menurut riset dari HubSpot (2023), CTA yang jelas bisa meningkatkan respons pelanggan hingga 80%. Maka dari itu, jangan hanya menampilkan angka diskon, tetapi sertakan juga ajakan langsung agar pembeli cepat tertarik.
8. Sesuaikan dengan Target Audiens
Jika target audiens adalah anak muda, gunakan desain yang lebih modern, colorful, dan kekinian. Namun, jika targetnya orang dewasa atau keluarga, gunakan desain yang simpel, elegan, dan mudah dipahami.
Contoh:
-
Diskon fashion anak muda → gunakan warna cerah, font playful, dan gambar model muda.
-
Diskon bahan pokok → gunakan desain sederhana dengan angka diskon besar dan warna merah.
Dengan begitu, pesan akan lebih tepat sasaran.
9. Tambahkan Informasi Kontak atau Logo
Jangan lupa menambahkan logo toko, nomor telepon, atau akun media sosial. Hal ini penting agar calon pembeli tahu siapa penyelenggara diskon dan bisa mencari informasi lebih lanjut.
Logo juga membantu memperkuat branding bisnis agar lebih dikenal di masyarakat.
10. Cetak dengan Kualitas Terbaik
Desain yang bagus akan sia-sia jika dicetak dengan kualitas rendah. Pastikan menggunakan bahan spanduk yang tahan cuaca, terutama jika dipasang di luar ruangan.
Jenis bahan spanduk populer:
-
Flexi China → ekonomis, cocok untuk promo singkat.
-
Flexi Korea → lebih tebal, cocok untuk jangka panjang.
-
Flexi Jerman → premium, tahan lama, dan warna lebih tajam.
Mendesain spanduk diskon yang menarik bukan hanya soal menaruh angka besar di tengah, tetapi juga bagaimana memadukan warna, font, kata kunci, dan tata letak yang tepat. Dengan desain yang baik, spanduk bisa menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan secara cepat.
Inrship SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
