Namun sayangnya, masih banyak pebisnis yang melakukan kesalahan dalam pembuatan spanduk. Alih-alih menarik perhatian, spanduk mereka justru terlihat membingungkan atau bahkan diabaikan oleh orang yang lewat. Artikel ini akan membahas kesalahan umum saat membuat spanduk yang perlu dihindari agar promosi lebih efektif.
1. Terlalu Banyak Teks
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak teks dalam spanduk. Banyak orang berpikir semakin lengkap informasinya, semakin bagus. Padahal, spanduk hanya sempat dibaca sekilas oleh orang yang lewat.
-
Mengapa ini kesalahan?
Spanduk bukan brosur atau artikel. Menurut penelitian MIT (2019), rata-rata orang hanya butuh 3–5 detik untuk memutuskan apakah mereka akan membaca spanduk atau tidak. Jika penuh tulisan, mata akan cepat lelah dan informasi utama bisa terlewat. -
Solusi:
Gunakan teks singkat, jelas, dan padat. Misalnya: “Diskon 50% Semua Produk – Hanya Hari Ini!” jauh lebih efektif daripada paragraf panjang.
2. Pemilihan Warna yang Tidak Tepat
Kesalahan lain adalah pemilihan warna yang tidak kontras atau terlalu ramai. Misalnya, teks berwarna kuning di atas latar putih akan sulit dibaca, atau kombinasi warna terlalu banyak membuat spanduk terlihat berantakan.
-
Mengapa ini kesalahan?
Warna yang tidak pas bisa mengurangi keterbacaan dan mengganggu fokus audiens. Studi dari Color Marketing Group menunjukkan bahwa warna yang tepat bisa meningkatkan daya ingat brand hingga 80%. -
Solusi:
Pilih maksimal 3 kombinasi warna utama. Gunakan kontras, misalnya teks putih di atas latar hitam, atau merah di atas kuning. Selain itu, pastikan warna sesuai identitas brand agar lebih konsisten.
3. Font Terlalu Kecil atau Sulit Dibaca
Banyak spanduk yang menggunakan font kecil atau font dekoratif yang justru menyulitkan pembaca. Padahal spanduk dipasang di jalan, yang dilihat orang sambil berjalan atau berkendara.
-
Mengapa ini kesalahan?
Font yang terlalu kecil membuat pesan utama tidak terbaca. Menurut Outdoor Media Centre, ukuran huruf minimal yang direkomendasikan adalah 30 pt untuk teks utama, agar masih terbaca dari jarak 5–10 meter. -
Solusi:
Gunakan font sederhana seperti Arial, Helvetica, atau Calibri. Pastikan ukuran teks besar untuk judul (headline), sedang untuk subjudul, dan kecil hanya untuk informasi tambahan.
4. Tidak Ada Fokus Utama
Sering kali, spanduk memuat banyak elemen tanpa ada fokus yang jelas. Misalnya menampilkan semua produk, semua promo, dan semua kontak sekaligus. Akibatnya, audiens bingung apa yang harus diperhatikan.
-
Mengapa ini kesalahan?
Tanpa fokus, spanduk kehilangan kekuatan pesan. Orang cenderung tidak mengingat apa-apa dari spanduk tersebut. -
Solusi:
Tentukan satu pesan utama. Misalnya: “Grand Opening – Gratis Es Teh untuk 100 Pembeli Pertama.” Biarkan pesan itu yang mendominasi spanduk, sementara informasi lain hanya sebagai pendukung.
5. Meletakkan Terlalu Banyak Gambar
Spanduk memang lebih menarik jika ada gambar, tapi menumpuk terlalu banyak foto justru membuat desain penuh dan sulit difokuskan.
-
Mengapa ini kesalahan?
Otak manusia lebih mudah mengingat visual tunggal dibandingkan visual yang terlalu kompleks (Harvard Business Review, 2020). -
Solusi:
Gunakan satu atau dua gambar utama yang mendukung pesan. Misalnya gambar produk unggulan atau logo brand. Jangan menempelkan semua gambar produk dalam satu spanduk.
6. Lokasi Pemasangan Tidak Strategis
Kesalahan lain yang sering diabaikan adalah pemilihan lokasi. Banyak spanduk dipasang di tempat sepi, terlalu tinggi, atau tertutup pohon.
-
Mengapa ini kesalahan?
Sebagus apa pun desainnya, jika spanduk tidak terlihat orang, hasilnya nol. Lokasi adalah faktor penting dalam efektivitas promosi luar ruang. -
Solusi:
Pasang spanduk di tempat dengan lalu lintas ramai, di persimpangan jalan, atau dekat target pasar. Pastikan juga spanduk tidak tertutup benda lain.
7. Tidak Memasukkan Call to Action (CTA)
Banyak spanduk hanya memberikan informasi tanpa ajakan. Padahal, spanduk seharusnya mendorong orang untuk melakukan sesuatu.
-
Mengapa ini kesalahan?
Tanpa CTA, orang hanya melihat tanpa tindakan lebih lanjut. -
Solusi:
Sertakan ajakan sederhana, misalnya:-
“Kunjungi Toko Kami Hari Ini!”
-
“Hubungi: 0812-3456-7890”
-
“Pesan Sekarang di www.namatoko.com”
-
8. Mengabaikan Kualitas Bahan
Bahan spanduk yang tipis, mudah robek, atau tinta cepat pudar adalah kesalahan fatal. Banyak bisnis hanya fokus pada harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas.
-
Mengapa ini kesalahan?
Spanduk yang rusak cepat akan membuat citra bisnis ikut buruk. Menurut MarketingProfs (2022), kualitas materi promosi mencerminkan kualitas brand. -
Solusi:
Gunakan bahan spanduk berkualitas seperti flexi 280–340 gsm yang tahan cuaca. Pilih tinta printing outdoor agar tidak cepat luntur.
9. Desain Tidak Sesuai Brand
Kesalahan lainnya adalah desain spanduk tidak konsisten dengan identitas brand. Misalnya, warna logo berbeda, font tidak sama, atau gaya desain terlalu jauh dari konsep utama bisnis.
-
Mengapa ini kesalahan?
Konsistensi sangat penting dalam membangun brand. Tanpa konsistensi, pelanggan akan sulit mengenali bisnis Anda. -
Solusi:
Gunakan elemen brand secara konsisten: warna logo, font khas, dan gaya desain. Dengan begitu, setiap spanduk bisa memperkuat identitas brand.
10. Tidak Mengecek Sebelum Cetak
Banyak orang terburu-buru mencetak spanduk tanpa mengecek ulang kesalahan ejaan, nomor telepon, atau alamat. Akibatnya, spanduk sudah dipasang tapi informasi salah.
-
Mengapa ini kesalahan?
Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Misalnya, nomor telepon salah membuat calon pelanggan gagal menghubungi. -
Solusi:
Selalu lakukan proofreading sebelum mencetak. Periksa semua teks, kontak, dan tata letak dengan teliti. Jika perlu, minta orang lain ikut mengecek.
Membuat spanduk memang terlihat sederhana, tapi jika dilakukan asal-asalan hasilnya bisa mengecewakan. Kesalahan seperti terlalu banyak teks, warna yang salah, font kecil, tidak ada fokus, hingga lokasi pemasangan yang kurang tepat sering membuat spanduk gagal menarik perhatian.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, spanduk Anda bisa lebih efektif sebagai alat promosi. Ingatlah bahwa spanduk adalah investasi untuk memperkuat citra bisnis, jadi pastikan dibuat dengan desain yang tepat, bahan berkualitas, dan pesan yang jelas.
👉 Jika Anda ingin cetak spanduk berkualitas dengan harga terjangkau, pilih percetakan yang profesional agar hasil promosi lebih maksimal.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
