1. Apa Itu Finishing dalam Percetakan?
Finishing adalah tahap penyempurnaan hasil cetakan setelah proses printing selesai. Pada tahap ini, kertas atau media cetak diberi perlakuan tambahan agar lebih menarik, tahan lama, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Contohnya, brosur yang dilaminasi akan terlihat lebih elegan dibanding brosur biasa. Menurut Printivity (sumber: printivity.com), finishing juga berfungsi melindungi cetakan dari goresan, kelembaban, hingga paparan sinar matahari sehingga kualitas desain lebih awet.
2. Mengapa Finishing Sangat Penting?
Bayangkan Anda mencetak kartu nama polos tanpa finishing. Meskipun desainnya bagus, kartu tersebut bisa cepat lusuh, terlipat, atau mudah rusak jika terkena air. Namun, jika diberi laminasi atau emboss, kartu nama akan lebih kuat, profesional, dan memberikan kesan mewah pada penerimanya.
Menurut Canva (sumber: canva.com), finishing yang tepat dapat meningkatkan daya tarik visual hingga 70% dalam pemasaran offline. Ini artinya, finishing bukan sekadar tambahan, tapi investasi dalam branding bisnis Anda.
3. Jenis-Jenis Finishing dalam Percetakan
Berikut adalah berbagai jenis finishing percetakan yang paling sering digunakan:
a. Laminasi Glossy
Laminasi glossy membuat permukaan cetakan terlihat mengilap dan lebih hidup. Warna akan tampak cerah, kontras lebih kuat, dan terasa licin saat disentuh. Finishing ini cocok untuk:
-
Brosur promosi
-
Poster
-
Katalog produk
Kelebihan: Menonjolkan warna, melindungi dari debu dan air.
Kekurangan: Rentan terhadap sidik jari.finishing percetakan,
b. Laminasi Doff
Berbeda dengan glossy, laminasi doff memberikan tampilan matte (tidak mengkilap) sehingga terlihat elegan dan premium. Biasanya dipakai untuk:
-
Kartu nama eksklusif
-
Cover buku
-
Undangan pernikahan
Kelebihan: Kesan modern dan mewah.
Kekurangan: Warna terlihat lebih redup dibanding glossy.
c. Spot UV
Teknik finishing ini memberikan lapisan mengkilap hanya pada bagian tertentu dari desain, misalnya logo atau teks. Efeknya membuat desain terlihat kontras dan eksklusif.
Kegunaan:
-
Menonjolkan logo brand pada kartu nama
-
Memberikan aksen pada sampul brosur
-
Membuat undangan terlihat unik
d. Emboss dan Deboss
-
Emboss: Membuat bagian tertentu timbul (naik).
-
Deboss: Membuat bagian tertentu cekung (turun).
Keduanya sering dipakai untuk menambahkan sentuhan elegan pada kemasan produk atau kartu nama. Menurut Printweek (sumber: printweek.com), emboss dan deboss dapat meningkatkan persepsi nilai produk di mata konsumen.
e. Hot Stamping (Foil)
Hot stamping atau foil stamping adalah teknik menempelkan lapisan foil berwarna emas, perak, atau warna lain pada media cetak menggunakan panas.
Kelebihan: Memberikan kesan mewah, cocok untuk branding eksklusif.
Contoh penggunaan:
-
Logo pada kemasan produk premium
-
Undangan pernikahan elegan
-
Sertifikat penghargaan
f. Die Cutting
Teknik ini memotong kertas sesuai bentuk tertentu, bukan hanya persegi atau persegi panjang. Misalnya brosur berbentuk lingkaran atau kemasan dengan jendela transparan.
Kegunaan:
-
Kemasan produk unik
-
Brosur berbentuk kreatif
-
Stiker custom
g. Perforasi
Perforasi adalah membuat garis putus-putus pada kertas agar mudah disobek. Biasanya digunakan untuk:
-
Tiket konser
-
Kupon diskon
-
Nota pembayaran
h. Binding (Jilid)
Untuk produk cetak berupa buku, majalah, atau katalog, finishing berupa jilid sangat penting. Ada beberapa jenis jilid:
-
Staple Binding (jilid kawat): Cocok untuk booklet tipis.
-
Perfect Binding (lem panas): Digunakan untuk buku tebal.
-
Spiral Binding: Fleksibel dan bisa dibuka 360 derajat.
4. Tips Memilih Finishing yang Tepat
Tidak semua finishing cocok untuk semua produk. Berikut beberapa tips memilih finishing percetakan:
-
Sesuaikan dengan tujuan cetak. Jika untuk promosi massal, laminasi glossy lebih hemat. Jika untuk branding premium, emboss atau foil lebih tepat.
-
Pertimbangkan daya tahan. Produk yang sering digunakan seperti katalog butuh laminasi agar awet.
-
Cocokkan dengan desain. Jika desain sudah penuh warna, finishing doff bisa menyeimbangkan tampilannya.
-
Sesuaikan dengan budget. Spot UV, emboss, dan hot stamping biasanya lebih mahal daripada laminasi biasa.
5. Manfaat Finishing dalam Branding Bisnis
Finishing bukan sekadar tambahan, tapi bisa memengaruhi citra bisnis. Berikut manfaatnya:
-
Meningkatkan daya tarik visual. Produk dengan finishing terlihat lebih menonjol.
-
Memberikan kesan profesional. Konsumen menilai kualitas bisnis dari detail kecil seperti kartu nama atau brosur.
-
Melindungi hasil cetakan. Finishing membuat media cetak lebih tahan lama.
-
Membedakan brand dari kompetitor. Finishing unik bisa menjadi ciri khas brand.
Menurut studi dari Adobe (sumber: adobe.com), konsumen lebih percaya pada brand yang memperhatikan detail visual dalam materi promosi.
Finishing dalam percetakan adalah kunci agar hasil cetakan tidak hanya sekadar informatif, tetapi juga menarik, tahan lama, dan berkesan. Ada banyak pilihan finishing seperti laminasi glossy, doff, spot UV, emboss, hot stamping, hingga die cutting.
Dengan memilih finishing yang tepat, Anda bisa meningkatkan nilai produk cetak, memperkuat branding, dan membuat bisnis terlihat lebih profesional di mata konsumen.
Jadi, sebelum mencetak brosur, kartu nama, atau kemasan produk, pastikan Anda berdiskusi dengan percetakan mengenai jenis finishing yang paling sesuai.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
