Menurut laporan dari Smithers (2023), pasar percetakan digital global terus tumbuh hingga 6,7% per tahun karena meningkatnya kebutuhan cetak cepat dan personalisasi. Perubahan ini tentu juga berdampak pada layanan percetakan corporate yang kini semakin adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern.
Era Percetakan Konvensional: Awal Mula Layanan Corporate
Sebelum teknologi digital berkembang, percetakan corporate banyak bergantung pada metode offset printing dan cetak manual. Cara ini memang menghasilkan kualitas yang baik, namun membutuhkan waktu lama dan biaya produksi yang relatif tinggi.
Contoh penggunaannya pada perusahaan:
-
Mencetak laporan tahunan (annual report).
-
Membuat brosur, katalog, dan flyer dalam jumlah besar.
-
Produksi kartu nama dan dokumen resmi perusahaan.
Kelebihan percetakan konvensional adalah hasil cetak yang konsisten dalam jumlah banyak. Namun, kekurangannya jelas: sulit melakukan penyesuaian cepat, biaya mahal jika hanya mencetak sedikit, dan waktu produksi yang panjang.
Menurut Print Industry Report (2019), lebih dari 60% perusahaan besar saat itu masih mengandalkan cetak konvensional karena dianggap paling stabil. Namun, seiring perkembangan teknologi, kebutuhan perusahaan berubah lebih cepat.
Munculnya Percetakan Digital: Perubahan yang Revolusioner
Kehadiran percetakan digital menjadi titik balik penting. Dengan teknologi digital printing, perusahaan bisa mencetak dokumen dengan jumlah fleksibel, bahkan satuan, tanpa mengorbankan kualitas.
Beberapa keunggulan percetakan digital bagi perusahaan:
-
Fleksibilitas Jumlah Cetak – Cocok untuk mencetak dokumen dalam jumlah kecil maupun besar.
-
Cepat dan Efisien – Proses cetak langsung dari file digital tanpa perlu plat cetak seperti offset.
-
Biaya Lebih Terjangkau – Tidak perlu biaya tambahan untuk cetakan dengan variasi desain yang berbeda.
-
Mendukung Personalisasi – Bisa mencetak nama atau data unik pada setiap dokumen, seperti kartu undangan atau katalog.
Menurut data dari Grand View Research (2022), pasar digital printing bernilai lebih dari USD 25 miliar dan terus meningkat seiring pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan branding yang cepat.
Transformasi Corporate Printing: Dari Manual ke Digital
Bagi perusahaan, transformasi ini bukan hanya tentang mengganti mesin cetak. Ada beberapa aspek penting yang menjadi alasan kenapa percetakan corporate beralih ke digital:
1. Efisiensi Waktu dan Biaya
Dengan digital printing, perusahaan tidak perlu menunggu lama. Proses cetak bisa dilakukan dalam hitungan jam, bahkan menit. Biaya produksi pun lebih hemat karena tidak ada lagi biaya plat cetak.
2. Fleksibilitas Desain dan Konten
Bisnis saat ini membutuhkan desain yang dinamis dan bisa diubah sewaktu-waktu. Percetakan digital mendukung hal ini karena file bisa langsung di-update tanpa repot.
3. Meningkatkan Branding Perusahaan
Media cetak corporate seperti brosur, katalog, atau company profile kini lebih menarik dengan kualitas resolusi tinggi. Hal ini membantu perusahaan membangun citra profesional.
4. Ramah Lingkungan
Teknologi digital lebih hemat kertas dan tinta, sehingga mendukung kampanye green printing yang banyak dipromosikan oleh perusahaan modern (Green America, 2021).
Studi Kasus: Perusahaan yang Beralih ke Digital Printing
Banyak perusahaan besar di Indonesia sudah melakukan transisi ini. Misalnya, perusahaan perbankan dan properti kini lebih memilih cetak digital untuk annual report dan proposal karena lebih cepat dan bisa diproduksi sesuai permintaan (print on demand).
Sebuah survei dari Infotrends (2020) menunjukkan bahwa 70% perusahaan merasa lebih hemat biaya operasional setelah menggunakan percetakan digital untuk kebutuhan corporate mereka.
Peran Percetakan One Stop Solution dalam Transformasi Digital
Kini banyak vendor percetakan corporate yang menyediakan layanan one stop solution. Artinya, mereka tidak hanya mencetak, tetapi juga menyediakan layanan desain, finishing, hingga distribusi. Hal ini semakin memudahkan perusahaan dalam mengelola kebutuhan cetak tanpa harus mencari vendor berbeda.
Contoh layanan yang biasa ditawarkan:
-
Desain grafis corporate.
-
Cetak cepat digital printing.
-
Laminasi dan finishing premium.
-
Layanan distribusi langsung ke cabang perusahaan.
Dengan begitu, transformasi digital tidak hanya dirasakan pada kecepatan, tapi juga kenyamanan layanan yang serba terintegrasi.
Tantangan dalam Transisi ke Percetakan Digital
Meskipun banyak kelebihan, perpindahan dari konvensional ke digital juga menghadapi tantangan. Di antaranya:
-
Investasi Awal – Peralatan digital printing berkualitas tinggi membutuhkan modal besar.
-
Adaptasi Sumber Daya Manusia – Karyawan harus belajar menggunakan perangkat lunak desain dan mesin cetak modern.
-
Kualitas untuk Jumlah Besar – Pada produksi massal, cetak konvensional kadang masih lebih efisien.
Namun, seiring perkembangan teknologi, tantangan ini bisa diatasi. Banyak vendor percetakan corporate yang sudah memadukan kedua metode (hybrid printing) agar lebih fleksibel.
Masa Depan Percetakan Corporate
Melihat tren saat ini, masa depan percetakan corporate jelas akan semakin digital. Teknologi seperti web-to-print (memesan cetak secara online) hingga print on demand akan terus berkembang.
Bahkan, integrasi dengan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan desain cetak yang otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan branding perusahaan. Selain itu, material ramah lingkungan juga akan semakin populer, sesuai dengan tren sustainability global.
Menurut MarketsandMarkets (2024), pasar digital printing diprediksi tumbuh hingga USD 35 miliar pada 2030, dengan corporate printing menjadi salah satu sektor terbesarnya.
Perjalanan percetakan corporate dari konvensional ke digital adalah bukti nyata bahwa teknologi mampu mengubah cara perusahaan berkomunikasi dan membangun citra. Jika dulu percetakan hanya sebatas mencetak dokumen massal, kini digital printing memungkinkan personalisasi, kecepatan, serta efisiensi biaya.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
