Proses Finishing Undangan: Dari Potong, Lipat, hingga Packing
Home ☛ Blog  ☛  Proses Finishing Undangan: Dari Potong, Lipat, hingga Packing
header-1
Baca Juga  Mengapa Kalender Cetak Lebih Bertahan Lama dari Iklan Digital
Usaha Jaya Printing - Dalam dunia percetakan, proses finishing adalah tahap akhir yang menentukan kualitas produk. Ibaratnya seperti tahap penyajian dalam memasak meskipun bahan dan bumbunya sudah lengkap, tapi jika penyajiannya berantakan, hasil akhirnya tidak akan menggugah selera.
Begitu pula dengan undangan pernikahan, ulang tahun, atau acara resmi lainnya. Proses finishing memastikan setiap undangan tampak rapi, bersih, dan profesional sebelum sampai ke tangan penerima.

Menurut situs percetakan profesional Printing United Alliance (2023), finishing adalah proses setelah pencetakan yang bertujuan memperindah tampilan serta meningkatkan ketahanan produk. Dengan kata lain, finishing bukan sekadar tahap tambahan, melainkan bagian penting dari kualitas cetak keseluruhan.

1. Tahap Pemotongan (Cutting): Awal dari Kerapian

Setelah desain undangan dicetak di atas kertas, langkah pertama dalam proses finishing adalah pemotongan. Proses ini bertujuan untuk membuat ukuran undangan menjadi sesuai dengan desain yang diinginkan.

Mengapa Pemotongan Harus Presisi?

Kertas undangan biasanya dicetak dalam lembar besar (misalnya ukuran A3 atau lebih besar). Setelah itu, baru dipotong menggunakan mesin potong seperti guillotine cutter atau mesin potong digital agar hasilnya presisi.

Jika potongan miring atau tidak pas, hasil undangan bisa terlihat tidak profesional. Selain itu, potongan yang tidak rapi juga bisa mengganggu proses pelipatan berikutnya.
Menurut situs Printivity.com (2022), kesalahan pemotongan sekecil 1 milimeter pun dapat merusak tampilan visual desain, terutama pada undangan dengan batas tepi (border).

Tips Agar Hasil Potongan Sempurna:

  1. Gunakan alat potong tajam dan terkalibrasi.

  2. Pastikan ada tanda potong (crop mark) pada file desain.

  3. Periksa posisi cetak sebelum pemotongan massal.

  4. Gunakan kertas uji terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan besar.

Dengan langkah-langkah tersebut, hasil potongan akan lebih akurat dan rapi, menciptakan kesan profesional sejak pandangan pertama.

2. Tahap Pelipatan (Folding): Menciptakan Bentuk yang Elegan

Tahap kedua dalam finishing adalah pelipatan. Tidak semua undangan perlu dilipat, tetapi bagi yang menggunakan desain lipat tiga, dua sisi, atau model amplop, proses ini sangat penting.

Macam-Macam Teknik Pelipatan:

  1. Half Fold (Lipat Dua): Umum untuk undangan formal atau pernikahan klasik.

  2. Tri-Fold (Lipat Tiga): Biasanya digunakan untuk desain modern dengan banyak elemen visual.

  3. Gate Fold (Lipat Pintu): Memberikan efek “membuka kejutan” saat undangan dibuka.

  4. Z-Fold (Lipat Zigzag): Cocok untuk undangan informatif dengan banyak bagian.

Pelipatan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mesin lipat otomatis. Untuk jumlah kecil, pelipatan manual masih efisien, namun jika ribuan lembar, mesin otomatis jauh lebih cepat dan presisi.

Menurut artikel dari Print Finish Blog (2023), mesin pelipat modern dapat melipat hingga 10.000 lembar per jam dengan hasil yang konsisten tanpa merusak serat kertas.
Namun demikian, pekerja tetap perlu melakukan pengecekan kualitas agar setiap lipatan tetap simetris dan tidak meninggalkan bekas kusut.

Perawatan Saat Melipat:

  1. Hindari melipat kertas terlalu tebal dengan mesin standar.

  2. Gunakan scoring (garis lipat) untuk kertas jenis art carton agar tidak retak.

  3. Simpan hasil lipatan di tempat datar agar tidak berubah bentuk.

Proses pelipatan yang baik akan membuat undangan terasa elegan, mudah dibuka, dan nyaman dipegang oleh tamu.

3. Tahap Finishing Tambahan: Memberi Sentuhan Eksklusif

Selain potong dan lipat, beberapa undangan mendapatkan finishing tambahan untuk memberikan kesan mewah dan eksklusif. Beberapa jenis finishing populer antara lain:

Baca Juga  Ide Spanduk Kreatif untuk Promosi Kuliner

a. Laminasi

Memberikan lapisan pelindung (doff atau glossy) di permukaan undangan agar lebih tahan lama dan tidak mudah kusam.
Menurut sumber dari CreativePro (2022), laminasi dapat memperpanjang umur bahan cetak hingga dua kali lipat karena melindungi dari debu dan kelembapan.

b. Emboss & Deboss

Teknik ini menonjolkan atau menekan sebagian desain agar terasa timbul saat disentuh. Efeknya menambah nilai estetika dan elegansi.

c. Hot Foil

Memberi efek kilau emas atau perak pada tulisan atau ornamen. Finishing ini sering digunakan pada undangan pernikahan mewah.

d. Spot UV

Menonjolkan bagian tertentu (misalnya nama pengantin atau logo acara) dengan lapisan mengkilap, memberikan kesan profesional dan eksklusif.

Finishing tambahan ini membuat undangan tidak hanya berfungsi sebagai alat informasi, tetapi juga menjadi karya seni kecil yang berkesan.

4. Tahap Terakhir: Packing (Pengemasan) yang Aman dan Menarik

Setelah undangan selesai dipotong, dilipat, dan dihias, proses berikutnya adalah packing.
Packing bukan sekadar membungkus, tapi juga memastikan produk aman dan tampil menarik saat diterima pelanggan.

Fungsi Utama Packing:

  1. Melindungi undangan dari kerusakan fisik (lipatan tidak sengaja, noda, atau sobekan).

  2. Memudahkan distribusi dan pengiriman.

  3. Menambah nilai estetika, terutama jika menggunakan kemasan khusus seperti box, pita, atau kertas kado elegan.

Menurut Packaging Digest (2023), kemasan yang menarik bisa meningkatkan persepsi kualitas produk hingga 40%. Karena itu, percetakan profesional biasanya memperhatikan desain dan bahan kemasan agar sesuai dengan tema undangan.

Langkah Packing yang Efisien:

  1. Susun undangan dalam tumpukan kecil agar tidak tertekan berat.

  2. Gunakan plastik pelindung (sealer atau shrink wrap) agar tidak terkena debu.

  3. Tambahkan silica gel jika penyimpanan lama, untuk mencegah lembap.

  4. Gunakan kardus atau box kokoh saat pengiriman dalam jumlah besar.

Proses packing yang baik memastikan setiap undangan sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi sempurna — bersih, rapi, dan siap dibagikan.

5. Kualitas Finishing yang Baik Meningkatkan Citra Bisnis

Finishing bukan hanya bagian teknis, tetapi juga bagian dari branding.
Jika pelanggan menerima undangan yang rapi dan berkualitas, maka mereka akan merasa puas dan percaya dengan layanan percetakan tersebut.
Sebaliknya, finishing yang asal-asalan bisa membuat pelanggan kecewa meskipun desainnya bagus.

Menurut data dari Statista (2024), 67% pelanggan menyebut bahwa kualitas kemasan dan hasil akhir cetakan berpengaruh besar terhadap keputusan mereka untuk memesan ulang di tempat yang sama.
Artinya, finishing berkualitas bukan sekadar “pelengkap”, tapi merupakan investasi jangka panjang bagi bisnis percetakan.

Finishing, Tahap Kecil dengan Dampak Besar

Proses finishing undangan terdiri dari beberapa tahap penting: pemotongan, pelipatan, finishing tambahan, dan packing.
Meskipun terlihat sederhana, setiap langkah memiliki peran besar dalam menentukan kualitas akhir undangan.
Potongan yang presisi, lipatan yang rapi, sentuhan estetika, dan kemasan yang aman — semuanya berpadu untuk menciptakan hasil akhir yang memuaskan.

Finishing yang dilakukan dengan penuh ketelitian tidak hanya memperindah tampilan undangan, tapi juga meningkatkan nilai profesionalisme percetakan dan kepercayaan pelanggan.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Mengapa Kalender Cetak Lebih Bertahan Lama dari Iklan Digital