Proses Percetakan dari Desain hingga Produk Jadi
Home ☛ Blog  ☛  Proses Percetakan dari Desain hingga Produk Jadi
header-1
Baca Juga  Jenis Brosur Perusahaan dan Fungsinya
Usaha jaya printing - Pernahkah Anda memegang brosur, majalah, atau kartu nama yang terlihat begitu rapi dan profesional? Produk-produk tersebut melewati proses panjang yang disebut percetakan. Banyak orang mengira percetakan hanya sebatas “mesin yang mencetak”, padahal kenyataannya ada tahapan-tahapan penting yang harus dilalui sebelum akhirnya produk siap digunakan.

1. Tahap Desain

  1. Segala sesuatu dalam percetakan dimulai dari desain. Desain adalah cetak biru atau rancangan visual yang akan diwujudkan dalam bentuk fisik.
  2. Software yang digunakan biasanya Adobe Illustrator, CorelDRAW, atau Photoshop.

  3. Prinsip dasar yang perlu diperhatikan adalah komposisi warna (CMYK, bukan RGB), resolusi gambar minimal 300 dpi, dan ukuran sesuai kebutuhan cetak.

Contohnya, jika Anda ingin mencetak brosur A4 lipat tiga, maka desain harus dibuat dalam ukuran kertas A4 dengan garis lipatan yang jelas. Kesalahan dalam tahap ini bisa berakibat fatal pada hasil cetak (Sumber: Canva Design School, 2023).

2. Persiapan File

Setelah desain selesai, langkah berikutnya adalah mempersiapkan file untuk dicetak. Tahap ini sering disebut pre-press.

Beberapa hal yang dilakukan:

  1. Mengubah mode warna ke CMYK agar hasil cetakan sesuai dengan layar.

  2. Memberikan bleed sekitar 3 mm di setiap sisi untuk mencegah bagian desain terpotong.

  3. Menyimpan file dalam format PDF/X-1a atau TIFF agar lebih stabil ketika dicetak.

Menurut Printivity (2023), lebih dari 60% masalah percetakan terjadi karena file desain yang tidak siap cetak. Jadi, tahap ini sangat krusial.

3. Pemilihan Bahan Cetak

Sebelum masuk ke mesin cetak, klien biasanya memilih jenis kertas atau bahan lain yang digunakan.

Beberapa contoh bahan:

  1. Art Paper 150–210 gsm: untuk brosur, leaflet, atau katalog.

  2. Ivory 230–310 gsm: cocok untuk kartu nama dan packaging.

  3. HVS: digunakan untuk buku atau fotokopi.

  4. Vinyl / Sticker: untuk label atau promosi luar ruangan.

Pemilihan bahan menentukan kesan produk. Misalnya, kartu nama dengan kertas tebal akan terlihat lebih profesional dibanding yang tipis (Sumber: Paper One Guide, 2022).

4. Proses Cetak

Inilah inti dari percetakan, yaitu proses cetak desain ke media. Ada beberapa metode cetak yang umum digunakan:

  1. Offset Printing

    1. Cocok untuk jumlah banyak.

    2. Hasil warna lebih stabil dan tajam.

    3. Biaya lebih murah jika cetakan dalam skala besar.

  2. Digital Printing

    1. Cocok untuk jumlah sedikit.

    2. Proses lebih cepat karena tidak perlu membuat plat cetak.

    3. Biaya per lembar relatif lebih tinggi.

  3. Sablon (Screen Printing)

    1. Banyak dipakai untuk kaos atau merchandise.

    2. Tinta ditarik melalui screen ke permukaan media.

Pemilihan metode ini bergantung pada jumlah, jenis produk, dan anggaran yang dimiliki.

Baca Juga  Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Cetak Buku Yasin

5. Proses Finishing

Setelah cetak selesai, produk tidak langsung siap digunakan. Ada tahap finishing untuk memberikan nilai tambah dan estetika.

Beberapa teknik finishing:

  1. Laminasi (Glossy/Doff): memberikan lapisan pelindung sekaligus tampilan elegan.

  2. Spot UV: menonjolkan bagian tertentu agar lebih berkilau.

  3. Emboss/Deboss: membuat efek timbul atau cekung pada desain.

  4. Die Cutting: memotong kertas dengan bentuk khusus.

  5. Binding: untuk buku atau majalah, bisa berupa jilid kawat, spiral, atau lem panas.

Menurut Print Magazine (2021), finishing berperan penting dalam membentuk persepsi kualitas produk. Brosur dengan laminasi doff, misalnya, terlihat lebih premium dibandingkan tanpa finishing.

6. Kontrol Kualitas

Tahap ini sering disebut quality control (QC). Produk yang sudah dicetak akan diperiksa kembali agar tidak ada cacat produksi, seperti:

  1. Warna tidak sesuai.

  2. Posisi gambar bergeser.

  3. Potongan kertas tidak rapi.

Jika ada kesalahan, biasanya dilakukan reprint atau perbaikan sebelum dikirim ke pelanggan.

7. Produk Jadi dan Distribusi

Setelah melewati QC, produk akhirnya siap digunakan. Produk kemudian dikemas dengan rapi agar aman saat pengiriman.

Contoh hasil produk:

  1. Kartu nama siap dipakai untuk networking.

  2. Brosur bisa langsung dibagikan ke calon pelanggan.

  3. Majalah siap dipajang di rak toko.

Menurut HubSpot (2022), produk cetak masih menjadi salah satu strategi marketing offline paling efektif karena bisa menjangkau audiens secara langsung dan memberikan kesan nyata.

Proses percetakan dari desain hingga produk jadi bukanlah hal yang sederhana. Ada banyak tahap yang dilalui:

  1. Membuat desain.

  2. Persiapan file (pre-press).

  3. Pemilihan bahan cetak.

  4. Proses cetak.

  5. Finishing.

  6. Kontrol kualitas.

  7. Produk siap distribusi.

Dengan memahami tahapan ini, Anda tidak hanya bisa mendapatkan hasil cetak berkualitas, tetapi juga bisa lebih hemat biaya dan waktu karena mengurangi kesalahan yang sering terjadi.

Jika Anda ingin mencetak produk marketing seperti brosur, katalog, kartu nama, atau merchandise, pastikan memilih percetakan yang berpengalaman dan bisa memberikan konsultasi sejak tahap desain. Dengan begitu, produk cetak Anda akan benar-benar memberikan dampak positif untuk bisnis.

Optimasi SEO (Target Kata Kunci):

  1. proses percetakan (utama, muncul di judul dan isi artikel).

  2. desain percetakan, produk jadi, tahapan percetakan, finishing cetak.

Sumber Referensi:

  1. Printweek, 2022 – The Role of Printing in Communication.

  2. Canva Design School, 2023 – Graphic Design for Print.

  3. Printivity, 2023 – Common Printing Mistakes.

  4. Paper One Guide, 2022 – Choosing the Right Paper.

  5. Print Magazine, 2021 – Finishing Techniques for Print.

  6. HubSpot, 2022 – The Power of Print Marketing.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Tren Desain Spanduk Kekinian Tahun Ini