Strategi Retargeting Iklan untuk Bisnis Percetakan agar Penjualan Meningkat Pesat
Home ☛ Blog  ☛  Strategi Retargeting Iklan untuk Bisnis Percetakan agar Penjualan Meningkat Pesat
header-1
Baca Juga  Arti Penting Buku Yasin dalam Menjaga Hubungan Silaturahmi
Usaha Jaya Printing - Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, banyak pelanggan datang ke situs web percetakan hanya untuk melihat-lihat tanpa langsung melakukan pemesanan. Menurut WordStream (2024), sekitar 96% pengunjung situs web tidak langsung membeli saat kunjungan pertama. Di sinilah strategi retargeting berperan penting — yaitu menargetkan ulang calon pelanggan yang sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk atau layanan Anda.

Untuk bisnis percetakan, seperti jasa cetak undangan, brosur, banner, atau kemasan produk, retargeting bisa menjadi cara efektif untuk mengingatkan calon pelanggan tentang layanan Anda dan mendorong mereka kembali hingga akhirnya melakukan pembelian.

2. Apa Itu Retargeting Iklan?

Retargeting adalah strategi pemasaran digital di mana Anda menampilkan iklan kepada orang yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnis Anda. Misalnya, seseorang membuka website percetakan Anda untuk melihat harga cetak undangan, namun belum melakukan pemesanan. Dengan teknologi seperti cookies atau Facebook Pixel, Anda dapat menampilkan iklan kepada orang itu di platform lain, seperti Facebook, Instagram, atau Google.

Menurut HubSpot (2024), retargeting dapat meningkatkan tingkat konversi hingga 70% lebih tinggi dibandingkan iklan biasa. Ini karena audiens sudah mengenal merek Anda sebelumnya, sehingga mereka lebih mudah diyakinkan untuk melakukan pembelian.

3. Manfaat Retargeting untuk Bisnis Percetakan

a. Meningkatkan Konversi Penjualan

Retargeting membantu mengingatkan calon pelanggan yang sebelumnya belum jadi memesan. Misalnya, seseorang yang sudah mengisi formulir pemesanan undangan tetapi belum menekan tombol “Bayar”, akan lebih mudah kembali membeli jika melihat iklan dengan penawaran menarik.

b. Membangun Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Dengan retargeting, nama bisnis percetakan Anda akan terus muncul di layar calon pelanggan, baik di media sosial maupun situs lain. Menurut Think with Google (2023), konsumen perlu melihat merek sekitar 5–7 kali sebelum mereka mempercayai dan melakukan pembelian.

c. Menghemat Biaya Iklan

Dibandingkan menargetkan audiens baru, retargeting jauh lebih efisien. Anda hanya menampilkan iklan kepada orang yang sudah tertarik, sehingga Return on Investment (ROI) iklan menjadi lebih tinggi.

4. Jenis-Jenis Retargeting yang Efektif untuk Bisnis Percetakan

a. Retargeting Berbasis Situs Web

Ini adalah jenis paling umum. Anda menempatkan kode pelacakan (pixel) di website percetakan, sehingga setiap orang yang mengunjungi halaman produk tertentu akan dimasukkan ke dalam daftar audiens retargeting. Misalnya, pengunjung yang melihat “harga cetak brosur” akan menerima iklan tentang promo cetak brosur.

b. Retargeting Media Sosial

Platform seperti Facebook Ads dan Instagram Ads memungkinkan Anda menargetkan ulang pengguna yang pernah berinteraksi dengan akun Anda — misalnya, mereka yang menyukai postingan atau mengunjungi profil bisnis Anda. Untuk percetakan, ini bisa digunakan untuk menampilkan portofolio desain terbaru atau testimoni pelanggan.

c. Email Retargeting

Jika Anda memiliki daftar pelanggan, gunakan email untuk menargetkan ulang orang yang belum jadi membeli. Misalnya, kirim email dengan judul:
"Masih mencari tempat cetak undangan? Dapatkan diskon 10% minggu ini!"

d. Dynamic Retargeting

Strategi ini menampilkan iklan sesuai produk yang terakhir dilihat pengguna. Misalnya, jika seseorang melihat katalog “kemasan produk makanan”, maka iklan yang muncul menampilkan desain kemasan makanan dari percetakan Anda.

Menurut Meta for Business (2024), iklan dinamis dapat meningkatkan rasio klik hingga 2 kali lebih tinggi dibanding iklan biasa.

Baca Juga  Arti Penting Buku Yasin dalam Menjaga Hubungan Silaturahmi

5. Langkah-Langkah Menerapkan Strategi Retargeting Iklan

1. Pasang Pixel atau Kode Pelacakan

Langkah pertama adalah memasang pixel di website percetakan Anda. Untuk Facebook Ads, gunakan Meta Pixel, sedangkan untuk Google Ads, gunakan Google Tag Manager. Ini akan membantu Anda mengumpulkan data pengunjung secara otomatis.

2. Segmentasikan Audiens

Pisahkan pengunjung berdasarkan perilaku mereka. Contohnya:

  1. Pengunjung yang hanya melihat halaman utama

  2. Pengunjung yang melihat halaman harga cetak

  3. Pengunjung yang menambahkan produk ke keranjang tapi belum checkout

Dengan segmentasi seperti ini, Anda bisa menampilkan pesan iklan yang lebih personal. Misalnya, pengunjung yang belum checkout bisa melihat iklan dengan pesan “Selesaikan pesanan Anda hari ini dan dapatkan potongan 10%!”.

3. Buat Konten Iklan yang Menarik

Gunakan visual yang kuat, seperti foto hasil cetakan, video proses cetak, atau testimoni pelanggan. Pastikan juga ada ajakan tindakan (Call to Action) yang jelas seperti “Pesan Sekarang”, “Dapatkan Penawaran”, atau “Lihat Katalog”.

4. Atur Frekuensi dan Durasi Iklan

Jangan tampilkan iklan terlalu sering agar tidak membuat calon pelanggan merasa terganggu. Berdasarkan riset dari AdEspresso (2024), frekuensi ideal adalah 3–5 kali tampilan per minggu dengan durasi kampanye sekitar 30 hari.

5. Uji dan Evaluasi Hasil

Gunakan data dari Facebook Ads Manager atau Google Ads untuk melihat performa kampanye. Perhatikan metrik seperti Click-Through Rate (CTR), Conversion Rate, dan Cost per Acquisition (CPA). Dari situ Anda bisa menyesuaikan target audiens atau desain iklan agar hasilnya lebih optimal.

6. Contoh Penerapan Retargeting di Bisnis Percetakan

Misalnya, sebuah percetakan bernama “Printku Digital” memasang pixel di websitenya. Mereka menargetkan pengunjung yang melihat halaman “Cetak Undangan Pernikahan” namun belum memesan.

Setelah seminggu, mereka menayangkan iklan di Instagram dengan gambar undangan elegan bertuliskan:
"Diskon 15% untuk cetak undangan minggu ini. Pesan sekarang di Printku Digital!"

Hasilnya? Dalam 2 minggu, tingkat konversi meningkat 45% dan banyak pelanggan baru yang mengaku datang karena melihat iklan tersebut.

Contoh ini menunjukkan bahwa strategi retargeting tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat citra profesional dan kredibilitas bisnis percetakan.

7. Kesalahan Umum dalam Retargeting yang Perlu Dihindari

  1. Tidak Menentukan Tujuan yang Jelas
    Banyak pelaku bisnis menjalankan iklan tanpa tahu tujuan spesifiknya. Pastikan Anda tahu apakah ingin meningkatkan penjualan, kunjungan situs, atau kesadaran merek.

  2. Pesan Iklan yang Terlalu Umum
    Hindari pesan yang sama untuk semua audiens. Gunakan pendekatan yang personal sesuai perilaku mereka di situs Anda.

  3. Terlalu Sering Menayangkan Iklan
    Terlalu banyak menampilkan iklan bisa membuat calon pelanggan merasa jenuh atau terganggu. Atur batas frekuensi agar kampanye tetap efektif.

  4. Tidak Menganalisis Data
    Retargeting harus berbasis data. Lakukan evaluasi rutin agar Anda tahu mana iklan yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki.

Strategi retargeting iklan adalah solusi cerdas untuk bisnis percetakan yang ingin meningkatkan penjualan secara efisien. Dengan menargetkan ulang orang yang sudah tertarik sebelumnya, Anda bisa membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan mendorong konversi tanpa membuang banyak biaya.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Solusi Cetak Buku Yasin Mendadak Tanpa Ribet