Menurut sumber dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), penyusunan Buku Yasin yang benar harus memperhatikan urutan doa, kejelasan tulisan Arab, serta kesesuaian terjemahan agar tidak menimbulkan kesalahan makna. Buku Yasin yang disusun dengan struktur yang tepat juga mencerminkan niat baik dan penghormatan bagi almarhum/almarhumah (Sumber: mui.or.id).
Banyak penerbit dan percetakan Buku Yasin kini menekankan pentingnya struktur isi yang standar agar pembaca dari berbagai latar belakang tetap dapat mengikuti dengan nyaman. Oleh karena itu, memahami ide struktur isi Buku Yasin yang umum digunakan adalah langkah awal sebelum menentukan desain dan tema bukunya.
2. Bagian-Bagian Utama dalam Buku Yasin
Struktur isi Buku Yasin umumnya memiliki urutan yang hampir sama di berbagai versi, meskipun bisa sedikit berbeda tergantung penerbit atau permintaan pemesan. Berikut penjelasan bagian-bagian yang paling umum digunakan:
a. Halaman Pembuka dan Ucapan Terima Kasih
Bagian pertama dari Buku Yasin biasanya diawali dengan halaman pembuka yang berisi:
-
Basmallah (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ)
-
Ucapan terima kasih dari keluarga almarhum/almarhumah
-
Nama almarhum/almarhumah, tanggal wafat, dan doa singkat
Struktur pembuka ini bukan hanya formalitas, tetapi juga bagian dari adab Islami untuk menyampaikan rasa syukur dan penghormatan. Menurut situs Islam.nu.or.id, menyebut nama dan doa bagi orang yang telah meninggal termasuk bagian dari sunnah yang dianjurkan.
b. Surah Yasin (Surat Utama)
Surah Yasin merupakan inti dari Buku Yasin. Biasanya, bagian ini dicetak dengan huruf Arab besar dan jelas agar mudah dibaca. Banyak penerbit juga menambahkan terjemahan di bawah setiap ayat agar pembaca bisa memahami maknanya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, Surah Yasin disebut sebagai “jantung Al-Qur’an” karena mengandung pesan tauhid, keimanan, dan kehidupan akhirat. Karena itulah, surah ini menjadi bacaan utama dalam kegiatan tahlilan atau doa bersama.
Biasanya susunan pada bagian ini mencakup:
-
Teks Surah Yasin (lengkap 83 ayat)
-
Terjemahan bahasa Indonesia
-
Penanda ayat atau tanda berhenti bacaan
c. Doa Setelah Membaca Surah Yasin
Setelah Surah Yasin, biasanya terdapat doa khusus yang disebut Doa Yasinan atau Doa Setelah Membaca Yasin. Doa ini memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT bagi almarhum/almarhumah serta bagi pembacanya.
Contoh isi doa tersebut dapat ditemukan dalam kitab Kumpulan Doa & Zikir Harian karya KH. Ahmad Zakky Yamani (2019), yang menjelaskan bahwa membaca doa setelah Yasin adalah bentuk memohon syafaat dan keberkahan.
d. Tahlil dan Doa Arwah
Bagian ini menjadi pelengkap yang sangat umum ditemukan dalam Buku Yasin. Susunan tahlil meliputi:
-
Bacaan Laa ilaaha illallah (berulang kali)
-
Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir
-
Doa tahlil dan doa untuk arwah
Menurut Kementerian Agama RI, tahlil merupakan bentuk zikir berjamaah yang sudah menjadi tradisi umat Islam Indonesia. Karenanya, menempatkan tahlil dalam Buku Yasin menjadi bagian penting untuk melestarikan budaya religius ini (Sumber: kemenag.go.id).
e. Doa Ziarah Kubur dan Doa untuk Orang Tua
Selain tahlil, beberapa Buku Yasin juga menambahkan doa ziarah kubur dan doa untuk kedua orang tua. Hal ini memberikan nilai tambah, karena pembaca dapat menggunakannya saat berziarah ke makam atau berdoa di rumah.
Biasanya isi doa diambil dari Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi yang menjelaskan tata cara berdoa bagi orang yang sudah meninggal. Menyertakan doa ini menambah nilai spiritual dalam Buku Yasin.
f. Penutup dan Kata Ucapan Terima Kasih
Bagian akhir Buku Yasin sering diisi dengan:
-
Ucapan terima kasih dari keluarga
-
Harapan doa bagi almarhum/almarhumah
-
Nama keluarga besar yang mengadakan tahlil
Selain itu, beberapa desain Buku Yasin modern menambahkan foto almarhum di halaman penutup untuk memberikan sentuhan personal dan mengenang sosoknya dengan penuh hormat.
Susunan Lengkap Struktur Buku Yasin yang Umum Digunakan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh struktur isi Buku Yasin yang paling banyak digunakan di Indonesia:
-
Halaman sampul depan (judul Buku Yasin, nama almarhum/almarhumah)
-
Halaman pembuka dan doa pembuka
-
Ucapan terima kasih dan biodata singkat almarhum
-
Surah Yasin (lengkap dengan terjemahan)
-
Doa setelah membaca Yasin
-
Tahlil lengkap
-
Doa arwah
-
Doa ziarah kubur
-
Doa untuk orang tua
-
Penutup dan ucapan terima kasih keluarga
-
Foto almarhum (opsional)
Struktur ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan acara, seperti tahlilan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, maupun haul tahunan.
Tips Menyusun Buku Yasin Agar Lebih Rapi dan Menarik
Selain mengikuti struktur umum di atas, ada beberapa tips agar Buku Yasin terlihat profesional dan mudah dibaca:
-
Gunakan huruf Arab yang jelas dan besar.
Menurut banyak penerbit seperti CV. Al-Barokah Printing, huruf besar memudahkan pembacaan terutama untuk lansia. -
Tambahkan terjemahan dan transliterasi.
Ini membantu pembaca yang belum lancar membaca huruf Arab agar tetap bisa mengikuti bacaan. -
Gunakan kertas berkualitas dan desain sederhana.
Kertas art paper atau ivory banyak digunakan karena tahan lama dan terlihat elegan. -
Tambahkan doa tambahan yang bermanfaat.
Misalnya doa keselamatan, doa rezeki, atau doa penutup majelis. -
Pastikan ejaan Arab benar.
Sebelum dicetak, lakukan pengecekan oleh ustaz atau ahli tahsin agar tidak ada kesalahan penulisan ayat.
Nilai Tambah Buku Yasin dengan Struktur yang Tepat
Buku Yasin yang disusun dengan struktur yang rapi bukan hanya berfungsi sebagai media doa, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial.
-
Nilai spiritual: membantu pembaca lebih fokus dan khusyuk dalam berdoa.
-
Nilai sosial: menjadi wujud perhatian dan doa keluarga kepada almarhum.
-
Nilai estetika: memperindah acara tahlilan dengan desain dan isi yang teratur.
Menurut survei yang dilakukan oleh beberapa percetakan seperti Yasin Custom Indonesia, 8 dari 10 pelanggan memilih Buku Yasin dengan struktur yang jelas dan layout bersih karena terlihat lebih sopan dan mudah dibaca.
Struktur isi Buku Yasin yang umum digunakan pada dasarnya terdiri dari bagian pembuka, Surah Yasin, doa setelah Yasin, tahlil, doa arwah, hingga penutup. Dengan menyusun urutan ini secara rapi, Buku Yasin akan menjadi lebih bermakna, mudah dibaca, dan enak dipandang.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
