Tips Memilih Ukuran Kertas untuk Cetak Brosur
Home ☛ Blog  ☛  Tips Memilih Ukuran Kertas untuk Cetak Brosur
header-1
Baca Juga  Tips Hemat Saat Pesan Buku Yasin dalam Jumlah Banyak
Usaha Jaya Printing - Brosur adalah salah satu media promosi yang hingga kini masih efektif    digunakan oleh banyak bisnis, mulai dari kuliner, pendidikan, properti, hingga jasa. Walaupun digital marketing berkembang pesat, nyatanya brosur tetap memiliki daya tarik tersendiri karena dapat langsung disentuh, dibaca, dan dibawa pulang oleh calon pelanggan.

Namun, sering kali orang bingung saat ingin cetak brosur, terutama dalam menentukan ukuran kertas yang tepat. Ukuran kertas yang dipilih akan memengaruhi tampilan desain, kenyamanan membaca, serta biaya cetak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips memilih ukuran kertas agar brosur Anda tidak hanya menarik, tetapi juga efektif menyampaikan pesan.

Menurut data dari Statista (2023), sekitar 38% konsumen masih menilai brosur cetak sebagai salah satu media pemasaran paling dipercaya karena memiliki kesan profesional dan mudah diakses. Fakta ini menunjukkan bahwa memilih ukuran kertas yang tepat bisa memberikan nilai lebih bagi branding bisnis Anda.

1. Kenali Tujuan Pembuatan Brosur

Langkah pertama sebelum memilih ukuran kertas adalah memahami tujuan pembuatan brosur.

  1. Untuk promosi singkat: Jika hanya ingin memberikan informasi singkat, seperti diskon atau promo terbatas, brosur berukuran kecil seperti A5 bisa menjadi pilihan.

  2. Untuk katalog produk: Jika ingin menampilkan banyak produk, gunakan ukuran lebih besar seperti A4 atau bahkan lipat tiga (tri-fold).

  3. Untuk event atau pameran: Gunakan ukuran standar A4 agar mudah dibagikan dan terlihat profesional.

Dengan memahami tujuan ini, Anda bisa menyesuaikan ukuran kertas yang paling efektif dan tidak membuang biaya percuma.

2. Pilih Ukuran Brosur yang Paling Umum

Secara umum, percetakan menyediakan beberapa ukuran standar untuk brosur. Berikut beberapa yang paling sering digunakan:

  1. A4 (21 x 29,7 cm):
    Paling populer karena fleksibel. Bisa dilipat dua atau tiga, cocok untuk informasi lengkap.

  2. A5 (14,8 x 21 cm):
    Ukuran lebih kecil, ringkas, dan hemat biaya. Cocok untuk promosi singkat atau flyer.

  3. A6 (10,5 x 14,8 cm):
    Sangat praktis, mirip kartu pos. Cocok untuk undangan event atau promo sekali pakai.

  4. DL (9,9 x 21 cm):
    Biasanya digunakan untuk brosur lipat tiga, memberikan kesan modern dan elegan.

Menurut situs percetakan Printivity (2022), ukuran A4 dan A5 adalah pilihan paling populer karena mudah disimpan dan distribusinya praktis.

3. Pertimbangkan Jumlah Konten dalam Brosur

Isi konten sangat memengaruhi ukuran kertas yang harus dipilih. Jika konten banyak, memaksakan brosur kecil hanya akan membuat hasil cetakan terlihat penuh dan sulit dibaca.

Tipsnya:

  1. Jika desain berisi banyak gambar dan teks detail → gunakan ukuran A4.

  2. Jika hanya berisi headline, kontak, dan promo singkat → A5 atau A6 sudah cukup.

  3. Untuk kombinasi teks dan gambar dengan tata letak seimbang → gunakan DL dengan lipatan agar tetap rapi.

Dengan menyesuaikan ukuran kertas dengan jumlah konten, brosur akan terlihat profesional dan nyaman dibaca.

4. Sesuaikan dengan Budget Cetak

Faktor biaya tentu tidak bisa diabaikan. Semakin besar ukuran kertas, semakin tinggi pula biaya cetak. Namun, bukan berarti ukuran besar selalu boros.

Baca Juga  Apa Itu Mockup Undangan dan Fungsinya dalam Proses Desain

Sebagai contoh, mencetak brosur A4 dalam jumlah banyak mungkin lebih hemat dibanding mencetak A5 jika mesin percetakan menggunakan ukuran standar besar. Maka, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan percetakan tempat Anda memesan brosur.

Menurut Printplace (2021), cetak brosur dalam jumlah banyak pada ukuran standar (A4 atau A5) biasanya lebih murah karena kertasnya mudah didapat dan proses cetaknya lebih efisien.

5. Pertimbangkan Desain Visual

Ukuran kertas juga memengaruhi kebebasan dalam mendesain. Desain dengan banyak visual, foto produk, dan grafik tentu butuh ruang lebih luas agar tetap terlihat proporsional.

Beberapa tips:

  1. A4: Cocok untuk desain visual besar dan detail.

  2. A5: Pas untuk desain minimalis dengan teks singkat.

  3. DL: Ideal untuk desain yang modern dengan layout terstruktur.

Desain yang sesuai ukuran kertas akan membuat brosur lebih mudah menarik perhatian calon pelanggan.

6. Pilih Jenis Kertas yang Tepat

Selain ukuran, jenis kertas juga berperan penting dalam menentukan kesan brosur. Brosur yang dicetak dengan kertas tipis mungkin terlihat murah, sementara kertas tebal dengan finishing glossy atau doff akan memberi kesan elegan.

Jenis kertas brosur yang sering digunakan:

  1. Art Paper (100–150 gsm): Cocok untuk brosur lipat.

  2. Art Carton (210–260 gsm): Lebih tebal, memberi kesan premium.

  3. HVS (70–100 gsm): Lebih murah, cocok untuk brosur massal.

Dengan kombinasi ukuran dan jenis kertas yang tepat, brosur Anda akan tampil maksimal.

7. Pertimbangkan Cara Distribusi Brosur

Ukuran kertas yang Anda pilih juga harus menyesuaikan dengan bagaimana brosur akan dibagikan.

  1. Dibagikan di jalan: Pilih ukuran kecil seperti A6 agar mudah dibawa orang.

  2. Dikirim via pos: Pilih ukuran DL karena pas masuk amplop standar.

  3. Diletakkan di meja atau rak display: Gunakan A4 lipat tiga agar terlihat menarik dan profesional.

Dengan menyesuaikan ukuran kertas pada strategi distribusi, brosur akan lebih efektif menjangkau audiens.

8. Konsultasikan dengan Percetakan

Setiap percetakan memiliki standar mesin cetak yang berbeda. Ada yang lebih efisien mencetak brosur ukuran A4, ada juga yang terbiasa dengan ukuran DL. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan percetakan.

Selain itu, percetakan biasanya juga bisa memberi saran terkait tren desain brosur yang sedang banyak diminati. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan hasil cetak yang lebih maksimal sesuai kebutuhan promosi.

Memilih ukuran kertas untuk cetak brosur bukan hanya soal estetika, tetapi juga strategi pemasaran. Ukuran yang tepat akan membuat brosur Anda lebih menarik, mudah dibaca, serta efektif menyampaikan pesan promosi.

Tips singkat yang bisa Anda ingat:

  1. Tentukan tujuan pembuatan brosur.

  2. Pilih ukuran standar populer (A4, A5, A6, atau DL).

  3. Sesuaikan dengan jumlah konten.

  4. Pertimbangkan budget cetak.

  5. Perhatikan desain dan jenis kertas.

  6. Sesuaikan dengan cara distribusi.

Dengan memahami hal-hal di atas, Anda tidak akan salah memilih ukuran kertas untuk brosur. Jadi, pastikan Anda memilih dengan cermat agar brosur benar-benar menjadi media promosi yang efektif.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ariana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Cara Menentukan Tema Undangan yang Sesuai dengan Konsep Acara