Spanduk, baik dalam bentuk digital banner (untuk marketplace, media sosial, atau website) maupun spanduk fisik, berfungsi untuk memperkenalkan produk, memberikan informasi promo, hingga membangun identitas merek. Desain spanduk yang menarik bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli sekaligus membuat toko Anda terlihat lebih serius.
Menurut sebuah artikel dari Canva (sumber: Canva Design School), desain visual yang menarik dapat meningkatkan perhatian audiens hingga 80%. Itu artinya, spanduk online shop yang dibuat dengan baik bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga strategi pemasaran yang efektif.
Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan dalam mendesain spanduk online shop.
1. Tentukan Tujuan Spanduk
Sebelum mulai desain, tanyakan pada diri sendiri: Apa tujuan spanduk ini dibuat?
-
Apakah untuk promosi diskon?
-
Apakah untuk peluncuran produk baru?
-
Atau sekadar untuk menampilkan identitas brand?
Menentukan tujuan akan membantu Anda menyusun elemen desain dengan tepat. Misalnya, jika spanduk untuk promo, maka tulisan “Diskon 50%” harus lebih menonjol dibandingkan logo.
Menurut HubSpot (sumber: HubSpot Marketing Blog), desain promosi yang jelas tujuannya bisa meningkatkan konversi hingga 35% lebih tinggi dibandingkan desain yang membingungkan.
2. Gunakan Warna yang Sesuai dengan Brand
Warna adalah salah satu elemen terpenting dalam desain spanduk. Warna bukan hanya estetika, tetapi juga membawa psikologi tertentu.
Contohnya:
-
Merah: menonjolkan energi, semangat, dan sering dipakai untuk promo diskon.
-
Biru: memberi kesan profesional, terpercaya, dan sering digunakan oleh brand teknologi.
-
Hijau: identik dengan kesegaran, kesehatan, atau produk organik.
Pastikan warna yang dipilih sesuai dengan identitas brand online shop Anda. Jika toko Anda menjual fashion anak, pilih warna cerah yang ceria. Jika menjual elektronik, gunakan warna solid dan elegan.
Menurut 99designs (sumber: 99designs Color Psychology), 90% keputusan pembelian bisa dipengaruhi oleh warna.
3. Perhatikan Penempatan Logo
Logo adalah identitas utama online shop. Letakkan logo pada posisi yang mudah terlihat, biasanya di pojok kiri atas atau kanan atas. Jangan sampai logo tertutup gambar lain atau terlalu kecil hingga tidak terlihat jelas.
Logo yang jelas membantu orang mudah mengingat toko Anda. Dalam branding, konsistensi logo bisa meningkatkan pengenalan merek hingga 80% (sumber: Lucidpress Branding Statistics).
4. Pilih Font yang Mudah Dibaca
Banyak pemilik online shop yang salah memilih font. Mereka menggunakan font terlalu rumit hanya karena terlihat “unik”. Padahal, spanduk harus bisa dibaca dengan cepat.
Gunakan font sans serif sederhana seperti Arial, Helvetica, atau Poppins untuk teks utama. Untuk judul promo, bisa gunakan font tebal agar lebih menonjol.
Ingat: jangan gunakan lebih dari dua jenis font dalam satu spanduk agar tidak terlihat berantakan.
5. Gunakan Gambar Produk Berkualitas
Jika spanduk berisi gambar produk, pastikan resolusi gambar tinggi dan pencahayaan jelas. Gambar buram akan membuat spanduk terlihat tidak profesional, bahkan menurunkan kepercayaan pembeli.
Menurut Shopify (sumber: Shopify eCommerce Guide), foto produk yang jelas bisa meningkatkan kepercayaan pembeli hingga 60%. Maka, pastikan foto produk dipotret dengan baik atau gunakan mockup profesional.
6. Tambahkan Call to Action (CTA)
Spanduk bukan hanya untuk dipajang, tetapi juga harus menggerakkan audiens. Gunakan CTA (Call to Action) seperti:
-
“Belanja Sekarang”
-
“Cek Koleksi Lengkap”
-
“Dapatkan Diskon di Sini”
CTA ini membantu audiens tahu apa yang harus dilakukan setelah melihat spanduk. Menurut WordStream (sumber: WordStream Blog), CTA yang jelas bisa meningkatkan klik hingga 83%.
7. Sesuaikan Ukuran Spanduk
Spanduk online shop biasanya digunakan di berbagai platform:
-
Instagram & Facebook Ads: ukuran 1080 x 1080 px (persegi)
-
Shopee / Tokopedia Banner: sekitar 1200 x 600 px
-
Website banner: 1920 x 600 px
Sesuaikan ukuran agar spanduk tidak terpotong atau pecah ketika ditampilkan. Hal ini penting agar desain terlihat profesional di semua media.
8. Jangan Terlalu Penuh
Salah satu kesalahan umum adalah menjejalkan semua informasi dalam satu spanduk: logo, promo, produk, alamat, kontak, dan lain-lain. Hasilnya? Spanduk jadi ramai dan sulit dibaca.
Gunakan prinsip “Less is More”. Masukkan hanya informasi inti: promo, produk unggulan, logo, dan CTA. Informasi tambahan bisa disampaikan di caption, deskripsi produk, atau postingan terpisah.
9. Uji Coba Desain
Sebelum dipublikasikan, coba tampilkan desain spanduk ke beberapa orang dan minta pendapat mereka. Apakah tulisannya jelas? Apakah CTA terlihat menonjol? Apakah warna sesuai dengan produk?
Feedback dari audiens akan membantu Anda memperbaiki desain sebelum digunakan.
10. Gunakan Tools Desain yang Mudah
Tidak semua pemilik online shop mahir menggunakan software desain seperti Photoshop atau CorelDraw. Tapi jangan khawatir, saat ini banyak tools gratis dan mudah digunakan:
-
Canva (www.canva.com) → banyak template spanduk siap pakai.
-
Crello (www.crello.com) → alternatif desain online dengan ribuan template.
-
Figma → untuk desain kolaboratif.
Dengan tools tersebut, Anda bisa membuat desain spanduk profesional meskipun tanpa pengalaman desain grafis.
Mendesain spanduk online shop sebenarnya tidak sulit jika mengikuti langkah-langkah yang tepat. Mulai dari menentukan tujuan, memilih warna sesuai brand, menempatkan logo dengan benar, menggunakan font sederhana, hingga menambahkan CTA yang jelas.
Spanduk yang baik bukan hanya mempercantik toko online, tetapi juga bisa meningkatkan kepercayaan pembeli dan mendorong penjualan.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
