Tips Menyimpan Produk Cetak agar Awet
Home ☛ Blog  ☛  Tips Menyimpan Produk Cetak agar Awet
header-1
Baca Juga  Mengapa Desain Undangan Harus Mencerminkan Identitas Brand
Usaha Jaya Printing - Produk cetak seperti brosur, kartu nama, katalog, poster, hingga dokumen perusahaan bukan hanya sekadar media informasi. Ia juga menjadi representasi citra dan profesionalitas brand Anda. Namun, masalah umum yang sering muncul adalah cetakan cepat pudar, kertas menguning, atau bahkan rusak karena penyimpanan yang kurang tepat.

Menurut penelitian dari Smithsonian Libraries (2023), kertas yang terkena kelembapan tinggi bisa mempercepat pertumbuhan jamur dan memperpendek usia dokumen cetak. Artinya, cara menyimpan produk cetak berperan besar dalam menjaga kualitasnya.

Pada artikel ini, kita akan membahas tips sederhana namun efektif agar produk cetak lebih awet dan tetap terlihat profesional dalam jangka panjang.

1. Simpan di Tempat yang Kering dan Sejuk

Kelembapan adalah musuh utama produk cetak. Jika kertas terkena udara yang terlalu lembap, ia bisa melengkung, berjamur, bahkan menempel satu sama lain. Sebaliknya, udara yang terlalu panas dapat membuat tinta cepat pudar.

Solusi terbaik adalah menyimpan cetakan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Menurut National Archives (US), suhu ideal penyimpanan dokumen cetak adalah sekitar 18–22°C dengan kelembapan 30–50%.

Tips tambahan:

  1. Gunakan silica gel di dalam kotak penyimpanan.

  2. Hindari menyimpan cetakan di dekat jendela, dapur, atau kamar mandi.

2. Gunakan Map atau Box Khusus Arsip

Produk cetak akan lebih awet jika terlindungi dari debu, cahaya, dan gesekan. Menggunakan map plastik bebas asam (acid-free folder) atau box arsip khusus bisa membantu mencegah kertas cepat menguning.

Menurut Library of Congress, bahan plastik bebas asam dan bebas PVC sangat disarankan karena tidak akan bereaksi dengan tinta atau kertas.

Rekomendasi penyimpanan:

  1. Map plastik transparan untuk dokumen penting.

  2. Box arsip dengan label agar lebih mudah dicari.

  3. Album khusus untuk brosur atau katalog lama.

3. Hindari Lipatan dan Tekanan Berlebih

Melipat brosur, katalog, atau poster sembarangan bisa membuat tinta retak dan kertas cepat rusak. Begitu juga dengan tekanan berlebih yang membuat permukaan kertas bergaris atau tergores.

Jika produk cetak terlalu besar, simpan dengan posisi digulung menggunakan tabung karton (poster tube). Sedangkan untuk dokumen kecil seperti kartu nama, gunakan card holder agar tetap rapi dan mudah dibawa.

Tips praktis:

  1. Jangan menumpuk cetakan terlalu banyak dalam satu map.

  2. Gunakan pembatas kertas (separator) agar cetakan tidak saling menempel.

4. Jauhkan dari Sinar Matahari Langsung

Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat memudarkan warna tinta dengan cepat. Inilah alasan mengapa poster yang ditempel di luar ruangan sering terlihat kusam dalam beberapa minggu.

Menurut riset dari Xerox Printing Insights, sinar UV dapat memecah molekul tinta dan menyebabkan warna pudar hingga 50% lebih cepat dibandingkan cetakan yang disimpan di ruangan gelap.

Baca Juga  Cetak Packaging Produk UMKM dengan Desain Eksklusif

Cara mengatasi:

  1. Gunakan laminasi glossy atau doff untuk perlindungan ekstra.

  2. Simpan produk cetak di dalam ruangan dengan pencahayaan lampu LED (lebih ramah untuk kertas).

5. Gunakan Laminasi atau Finishing Khusus

Jika Anda ingin hasil cetakan bertahan lebih lama, pertimbangkan finishing seperti laminasi. Laminasi memberikan lapisan pelindung dari debu, air, dan goresan.

Jenis laminasi yang sering dipakai antara lain:

  1. Laminasi Glossy: Memberikan efek mengkilap dan warna lebih cerah.

  2. Laminasi Doff: Tampilan elegan dengan permukaan lembut.

  3. Spot UV: Memberikan aksen mengkilap di bagian tertentu.

Menurut Printivity (2024), laminasi bisa memperpanjang umur cetakan hingga 2–3 kali lebih lama dibanding kertas tanpa pelindung.

6. Jangan Menyimpan di Lantai Langsung

Banyak orang menaruh box arsip atau cetakan di lantai, padahal ini berisiko tinggi. Lantai sering menyerap kelembapan, apalagi jika ruangan tidak ber-AC. Akibatnya, kertas bisa lembap dan mudah berjamur.

Gunakan rak atau lemari khusus agar cetakan lebih aman. Jika harus ditaruh di lantai, pastikan diberi alas kayu atau palet plastik.

7. Rutin Periksa Kondisi Produk Cetak

Perawatan rutin sama pentingnya dengan penyimpanan. Luangkan waktu sebulan sekali untuk memeriksa dokumen atau brosur lama. Jika ada tanda-tanda kerusakan, segera pisahkan agar tidak menular ke yang lain.

Cek juga kondisi map, box arsip, atau card holder—apakah masih bersih dan bebas dari jamur. Dengan begitu, produk cetak Anda bisa bertahan lebih lama.

8. Digitalisasi sebagai Cadangan

Walaupun produk cetak punya nilai fisik yang tak tergantikan, Anda tetap perlu menyimpan versi digital sebagai cadangan. Dokumen digital bisa membantu jika sewaktu-waktu cetakan rusak.

Menurut Forbes (2024), perusahaan yang mengombinasikan dokumen cetak dengan digitalisasi lebih efisien dalam pengarsipan dan lebih aman terhadap risiko kerusakan fisik.

Gunakan scanner atau aplikasi mobile untuk menyimpan versi PDF dari dokumen penting.

9. Pilih Bahan Cetak Berkualitas Sejak Awal

Tips menyimpan produk cetak agar awet sebenarnya sudah dimulai dari proses cetak itu sendiri. Kertas berkualitas tinggi dan tinta premium biasanya lebih tahan lama.

Misalnya, kertas art paper 150 gsm untuk brosur lebih tahan daripada HVS biasa. Begitu juga dengan tinta berbasis pigmen yang lebih tahan terhadap cahaya UV dibanding tinta berbasis dye.

Jadi, bekerja sama dengan percetakan profesional adalah investasi yang tepat agar produk cetak Anda bertahan lebih lama.

Menjaga produk cetak agar awet tidaklah sulit jika Anda tahu cara yang benar. Kuncinya ada pada penyimpanan yang tepat, penggunaan bahan pelindung seperti laminasi, dan perawatan rutin.

Dengan perawatan sederhana ini, kartu nama, brosur, poster, hingga dokumen perusahaan bisa tetap terlihat profesional dalam jangka panjang.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  Review Buku Yasin Custom: Kualitas, Desain, dan Harga