Tips Merawat Buku Yasin Agar Tetap Awet dan Rapi
Home ☛ Blog  ☛  Tips Merawat Buku Yasin Agar Tetap Awet dan Rapi
header-1
Baca Juga  Layanan Express: Buku Yasin Jadi dalam 1 Hari
Usaha Jaya Printing - Buku Yasin bukan sekadar kumpulan ayat suci, tetapi juga memiliki nilai sentimental yang tinggi, terutama ketika digunakan dalam acara tahlilan, doa bersama, atau peringatan 40 hari, 100 hari, hingga haul. Karena sering digunakan, buku Yasin rentan mengalami kerusakan seperti sobek, kusut, atau warna yang memudar. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara merawat buku Yasin agar tetap awet dan rapi dalam jangka panjang.

Menurut laman Kompas.com (2022), menjaga buku dari kelembapan dan paparan sinar matahari langsung adalah langkah utama untuk mempertahankan kualitas bahan cetakan. Hal ini berlaku pula untuk buku Yasin yang umumnya memiliki bahan kertas halus dan sampul berlaminasi.

Simpan Buku Yasin di Tempat Kering dan Sejuk

Salah satu penyebab utama buku cepat rusak adalah kelembapan. Kertas sangat sensitif terhadap udara lembap, karena dapat membuat halaman menjadi bergelombang dan mudah berjamur. Untuk menghindarinya, pastikan Anda menyimpan buku Yasin di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Anda bisa menggunakan rak buku tertutup atau lemari kaca agar terlindung dari debu dan udara lembap. Menurut Merdeka.com (2023), menjaga suhu ruangan sekitar 25°C dengan kelembapan di bawah 60% membantu menjaga kondisi bahan cetakan agar tidak cepat rusak.

Tips tambahan:

  1. Gunakan silica gel di lemari penyimpanan untuk menyerap kelembapan.

  2. Jangan menumpuk buku terlalu rapat agar udara tetap bersirkulasi.

  3. Hindari menyimpan di dekat jendela atau dinding luar rumah yang rawan lembap.

Hindari Menyentuh Buku dengan Tangan Basah atau Kotor

Kebiasaan kecil seperti menyentuh buku dengan tangan yang kotor bisa memperpendek umur buku Yasin. Minyak dari jari atau noda dari makanan dapat menempel di halaman, membuatnya kusam dan lengket.

Sebelum membuka atau membaca buku Yasin, biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan mengeringkannya. Hal ini sejalan dengan anjuran Liputan6.com (2022) yang menyebutkan bahwa kebersihan tangan adalah faktor penting dalam menjaga dokumen atau kertas agar tidak rusak akibat noda minyak alami kulit.

Selain itu, hindari menggunakan spidol, pena, atau stabilo langsung pada halaman buku Yasin, karena tinta tersebut bisa menembus dan merusak tampilan teks suci.

Gunakan Sampul Pelindung Tambahan

Meskipun sebagian buku Yasin sudah dilengkapi dengan laminasi doff atau glossy, menambahkan pelindung tambahan seperti plastik mika atau sampul kain lembut dapat membantu mencegah goresan dan kotoran.

Pelindung ini juga menjaga buku agar tetap rapi saat dibawa ke acara pengajian atau tahlilan. Berdasarkan pengalaman percetakan profesional seperti YasinKita.id (2024), penggunaan sampul tambahan dapat memperpanjang usia buku hingga dua kali lipat karena melindungi dari gesekan dan debu saat penyimpanan.

Jika Anda memiliki buku Yasin edisi premium dengan cover hardboard atau bludru, sebaiknya gunakan plastik lembut agar tidak merusak tekstur bahan luar.

Hindari Melipat Sudut Halaman

Banyak orang melipat sudut halaman untuk menandai bacaan terakhir, padahal kebiasaan ini bisa membuat halaman mudah sobek dan tampak kusut. Sebagai gantinya, gunakan pembatas buku (bookmark) dari bahan kain atau kertas tipis.

Baca Juga  Layanan Express: Buku Yasin Jadi dalam 1 Hari

Seperti dijelaskan oleh Detik.com (2023), melipat atau menandai halaman secara langsung dapat menimbulkan tekanan yang merusak serat kertas. Dalam jangka panjang, hal ini akan membuat tampilan buku menjadi tidak rapi dan cepat rusak.

Selain itu, jangan meletakkan benda berat di atas buku Yasin karena dapat merusak struktur punggung (spine) dan membuat halaman bergeser.

Bersihkan Buku Secara Berkala

Membersihkan buku Yasin secara rutin dapat mencegah debu dan jamur menumpuk. Anda bisa menggunakan kuas halus atau kain lembut kering untuk mengelap bagian luar buku. Jangan menggunakan cairan pembersih atau air karena dapat merusak tinta dan bahan kertas.

Menurut Gramedia.com (2024), cara paling aman membersihkan buku adalah dengan mengibaskan perlahan bagian tepi halaman untuk mengeluarkan debu halus, kemudian menyeka cover dengan kain microfiber kering.

Untuk buku Yasin yang jarang digunakan, periksa minimal sebulan sekali agar tidak lembap atau dimakan serangga kertas.

Hindari Sinar Matahari Langsung

Sinar matahari memang baik untuk menghilangkan bau lembap, tetapi jika terlalu lama mengenai buku, akan menyebabkan warna tinta dan cover memudar. Terutama untuk buku Yasin dengan desain digital printing berwarna, paparan UV bisa membuat warnanya pudar dan kehilangan keindahan.

Sumber dari Kompas.com (2022) menjelaskan bahwa sinar ultraviolet merusak pigmen tinta dan lapisan laminasi pada permukaan kertas. Karena itu, jemurlah buku hanya sebentar (maksimal 15–30 menit) dan jangan langsung di bawah sinar terik.

Untuk penyimpanan jangka panjang, letakkan buku di tempat teduh dengan pencahayaan alami tidak langsung.

Gunakan dengan Hati-hati Saat Acara

Ketika digunakan dalam acara tahlilan atau doa bersama, sering kali buku Yasin berpindah tangan dan terlipat karena dibuka tutup berkali-kali. Agar tetap awet, ajak peserta untuk menggunakan buku dengan lembut, tidak menarik halaman terlalu keras, dan mengembalikannya ke tempat semula setelah selesai digunakan.

Beberapa percetakan seperti CetakYasin.id (2023) juga menyarankan agar pelanggan menggunakan tas kain kecil atau box pelindung ketika membawa buku Yasin ke luar rumah agar tidak terkena air atau debu selama perjalanan.

Gunakan Buku Yasin Digital sebagai Alternatif Cadangan

Jika Anda sering menggunakan buku Yasin dalam berbagai acara, pertimbangkan memiliki versi digital (PDF atau eBook). Dengan begitu, buku cetak tidak terlalu sering digunakan dan dapat bertahan lebih lama.

Selain praktis, buku digital juga mudah dibagikan kepada jamaah lain melalui ponsel atau tablet. Menurut Tekno.kompas.com (2024), penggunaan buku digital kini semakin meningkat karena efisien dan ramah lingkungan, tanpa mengurangi nilai ibadah.

Merawat buku Yasin bukan hanya tentang menjaga fisik buku agar tidak rusak, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap isi dan makna spiritual di dalamnya. Dengan langkah sederhana seperti menyimpan di tempat kering, membersihkan secara rutin, menggunakan pelindung tambahan, serta menghindari sinar matahari langsung, Anda bisa membuat buku Yasin bertahan bertahun-tahun tanpa kehilangan keindahannya.

Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga  10 Ide Desain Kalender Custom untuk Promosi Bisnis