Buku kecil yang sering hadir dalam majelis doa ini sebenarnya bukan hanya sekadar kumpulan ayat. Di balik halamannya, tersimpan rasa cinta, doa, dan kerinduan anak kepada sosok yang sangat berharga.
Menurut penjelasan Kementerian Agama, membaca Surat Yasin untuk orang yang telah meninggal merupakan amalan yang diperbolehkan dan bernilai doa bagi almarhum (Kemenag, 2023). Hal ini juga sejalan dengan penjelasan ulama yang menyebutkan bahwa pahala bacaan Al-Qur’an dapat sampai kepada yang telah tiada (NU Online, 2022).
Tidak heran jika banyak anak yang membuat Buku Yasin khusus sebagai bentuk cinta abadi.
Mengapa Buku Yasin Penuh Makna bagi Orang Tua yang Telah Tiada?
Bagi sebagian orang, Buku Yasin mungkin sekadar bagian dari tradisi. Namun, bagi mereka yang merasakan kehilangan orang tua, Buku Yasin adalah simbol kasih sayang yang tidak pudar oleh waktu.
1. Doa yang Tak Pernah Putus
Setiap kali membuka dan membaca Buku Yasin, doa terpanjat untuk almarhum. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa anak saleh akan menjadi pahala yang terus mengalir untuk kedua orang tuanya (HR. Muslim).
Inilah mengapa banyak anak memesan buku Yasin khusus agar keluarga besar dan para tetangga ikut mendoakan.
2. Pengingat Cinta dan Jasa Orang Tua
Halaman awal Buku Yasin sering memuat foto dan nama orang tua yang telah wafat. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai pengingat bahwa cinta mereka tetap hidup di hati anak-anaknya.
Setiap melihatnya, hati terasa lebih tenang, seakan kita masih terhubung melalui doa.
3. Sedekah Jariyah yang Mengalir
Mencetak dan membagikan Buku Yasin adalah bentuk sedekah jariyah. Selama orang lain membacanya, pahala mengalir untuk almarhum. Ini sesuai dengan hadis bahwa sedekah jariyah termasuk amal yang tidak terputus meski seseorang telah tiada (HR. Muslim).
Kisah Inspiratif: Buku Yasin untuk Ibu Tersayang
Siti, seorang guru honorer dari Malang, merasakan duka mendalam saat ibunya wafat. Dalam kesedihan, ia mencari cara untuk menjaga kenangan tentang ibunya tetap hidup. Akhirnya, ia mencetak Buku Yasin dengan dedikasi khusus untuk sang ibu.
Di dalam buku itu, ia menambahkan doa pendek dan kata-kata cinta:
"Terima kasih, Ibu. Doamu menjadikanku seperti sekarang. Aku akan selalu mendoakanmu sampai Allah mempertemukan kita kembali."
Saat tahlilan, tamu-tamu yang hadir membaca halaman pembuka itu dan ikut meneteskan air mata. Bagi Siti, momen itu bukan sekadar pembacaan doa, tetapi wujud cinta yang tidak pernah berakhir.
Kisah ini menggambarkan bahwa Buku Yasin lebih dari sekadar naskah; ia adalah surat cinta spiritual antara anak dan orang tua.
Cara Membuat Buku Yasin yang Penuh Sentuhan Hati
Bagi yang ingin membuat Buku Yasin sendiri, ada beberapa tips agar isinya lebih bermakna:
✅ Gunakan desain sederhana namun elegan
Cukup warna lembut, kaligrafi, dan bingkai minimalis agar terlihat rapi dan nyaman dibaca.
✅ Cantumkan identitas dan doa pendek
Biasanya berupa:
-
Nama almarhum/almarhumah
-
Tanggal wafat
-
Doa seperti “Rahimahullah” atau “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini”
✅ Tambahkan halaman motivasi atau kata mutiara Islami
Misalnya:
“Cinta orang tua adalah anugerah terbesar. Doa kita adalah hadiah terbaik untuk mereka.”
✅ Gunakan huruf jelas dan nyaman di mata
Karena buku ini biasa dibaca oleh semua usia, termasuk orang tua.
✅ Pilih kertas berkualitas dan jilid kuat
Agar tahan lama dan layak untuk sedekah jariyah.
Makna Spiritual dari Membaca Yasin untuk Orang Tua
Dalam pandangan seorang muslim, membaca Yasin bukan sekadar kebiasaan. Ini bagian dari ikhtiar spiritual untuk memberikan hadiah berupa doa bagi orang tua.
Ahli tafsir menjelaskan bahwa Surat Yasin memiliki banyak keutamaan, salah satunya menjadi syafaat bagi pembacanya (Tafsir Ibnu Katsir). Selain itu, para ulama juga menegaskan bahwa bacaan Al-Qur’an yang dihadiahkan kepada almarhum insyaAllah sampai pahalanya (NU Online, 2022).
Dengan demikian, apa yang dilakukan anak melalui Buku Yasin adalah bentuk bakti luar biasa yang berpahala besar.
Buku Yasin bukan hanya halaman yang berisi ayat-ayat suci. Ia adalah wujud cinta, rasa hormat, dan doa yang tak pernah putus untuk orang tua tercinta. Seorang anak mungkin tak pernah cukup membalas jasa orang tua, tetapi setiap doa adalah bukti bahwa cinta itu tidak pernah mati.
Intership SMKN 1 Bungo | Putri Ardiana Safara
